Belasan Shelter BRT Trans Semarang Terpasang CCTV, Tujuannya Pantau Ini

Di 15 titik shelter Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang tersebar di Kota Semarang, kini telah terpasang CCTV.

Belasan Shelter BRT Trans Semarang Terpasang CCTV, Tujuannya Pantau Ini
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA
Petugas BLU Trans Semarang memantau aktivitas di belasan shelter BRT Trans Semarang melalui layar pantauan CCTV, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di 15 titik shelter Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang yang tersebar di Kota Semarang, kini telah terpasang CCTV.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Ade Bhakti mengatakan, pihaknya memulai pemasangan ke-15 CCTV itu sejak Desember 2018 lalu hingga selesai Januari 2019 ini.

“Fungsinya untuk melakukan pantauan kepadatan penumpang, mengawasi kinerja karyawan, dan jika ada penumpang kehilangan barang, dapat dipantau", ujar Ade kepada Tribunjateng.com, Selasa (29/1/2019).

CCTV yang terpasang itu secara rinci ada di Shelter BRT Trans Semarang Terminal Mangkang, Pool Unnes, Elisabeth, Balai Kota, Terminal Sisemut, Stasiun Tawang, Pool RSND Undip, Pelabuhan Tanjung Emas, Ksatrian, Terang Bangsa, Terminal Cangkiran, Terminal Penggaron, dan Simpanglima.

Faktor utama pemasangan CCTV yaitu banyaknya keluhan para penumpang terkait pelayanan dan jasa, fasilitas dan teknis terkait BRT Trans Semarang.

Dari data resmi Trans Semarang, terdapat sebanyak 756 keluhan yang masuk sepanjang 2018 lalu.

Beberapa kategori keluhan dan saran yang masuk seperti armada tidak merapat ke shelter saat menaikkan atau menurunkan penumpang, pelayanan driver, kondisi bus, kondisi shelter, interval waktu tiba bus di shelter, pelayanan petugas, tiket, hingga penuhnya penumpang.

Ade menuturkan, pihaknya selalu memerlukan keluhan dan saran dari pengguna jasa untuk terus memperbaiki pelayanan BRT Trans Semarang.

“Keluhan dan saran yang diberikan terus memotivasi kami untuk terus berbenah,” pungkasnya.

Dia pun menginformasikan, bagi masyarakat pengguna jasa yang ingin mengirimkan keluhan atau saran, dapat menggunakan call center 1 5000 94, serta media sosial seperti WhatsApp, Instragram, Twitter, dan Facebook ke Trans Semarang.

Selain itu, bisa juga melalui Lapor Hendi (Wali Kota Semarang), SMS ke 1708 atau melalui akun Twitter dan Instagram dengan username @hendrarprihadi. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved