Dinkes Brebes: Bulan Ini Sudah Ada 5 Balita Meninggal Karena Terserang DBD

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, total telah ada 5 anak yang meninggal akibat terkena DBD di Kabupaten Brebes.

Dinkes Brebes: Bulan Ini Sudah Ada 5 Balita Meninggal Karena Terserang DBD
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Beberapa pasien kasus DBD menjalani perawatan di RSUD Brebes, Rabu (23/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Meninggalnya seorang bocah warga Desa Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Maulana Kevin Saputra (4), menambah jumlah korban meninggal akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menyerang warga Kabupaten Brebes.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, sebelumnya telah ada 4 anak yang meninggal akibat terkena penyakit tersebut.

Dengan demikian, korban meninggal menjadi 5 anak saat ini.

Sebelumnya adalah Alan Firgiawan (5,5) warga Desa Cikandang, Kecamatan Kersana, Kholisna Munafilah (7) warga Desa Limbangan Kecamatan Kersana, Athalia Dinar Azahra (6) warga Desa Ketanggungan Kecamatan Ketanggungan, dan Rafa Febian (9) warga Dukuh Tengah Kecamatan Ketanggungan.

"Data yang masuk ke Dinas Kesehatan, total selama Januari ini sudah ada 38 penderita DBD, 4 di antaranya meninggal dunia," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes, Sri Gunadi Purwoko, Selasa (29/1/2019).

Gunadi memprediksi penderita DBD akan terus meningkat.

Nyamuk pembawa virus DBD, aedes aegypti, sebagai penular sangat senang dengan kondisi cuaca sekarang.

Dengan kelembaban seperti ini, cocok untuk mereka berkembang biak.

"Penderita penyakit DBD ini akan terus meningkat, seiring datangnya musim hujan. Apalagi, penyebaran nyamuk semakin bertambah karena adanya genangan air saat musim hujan," paparnya.

Menurutnya, penyakit DBD saat ini melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Brebes.

Penyebaran nyamuk berbahaya tersebut kini hampir merata terjadi di semua daerah di Brebes, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi.

Untuk itu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras bak mandi secara rutin.

"Bagi orangtua bisa mewaspadai demam tinggi pada anaknya yang tidak turun-turun untuk segera memeriksakannya ke dokter atau ke rumah sakit," imbaunya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved