Ngopi Pagi

Haters

Rasa-rasanya, kosakata "haters" dan "buzzer" masuk dalam kamus bahasa, karena terlalu seringnya kata ini masuk ke telinga dalam keseharian

Haters
tribunjateng/bram
Moh Anhar wartawan Tribun Jateng ok 

Wartawan Tribun Jateng, Moh Anhar

PERSOALAN ujaran kebencian melalui media sosial serasa menjadi hal umum sekarang ini. Orang bisa membabi buta menunjukkan ungkapan ketidaksukaan atau kebencian.

Rasa-rasanya, kosakata "haters" dan "buzzer" masuk dalam kamus bahasa, karena terlalu seringnya kata ini masuk ke telinga dalam keseharian.

Kata "haters" akrab bagi netizen. Bagi selebriti, selain fans fanatik yang penuh ungkapan memuji dan kekaguman, mereka juga harus siap dengan para haters. Hater lawan dari lover.

Haters atau pembenci dalam padanan bahasa Indonesia, ini memiliki "pekerjaan" mengkritik seseorang, dengan bahasa kasar, penuh caci-maki, dan bahkan adakalanya cuma berdasarkan gosip.

Kalimat "haters gonna hate" turut populer. Pembenci akan selalu punya alasan untuk membenci. Kalau perlu, alasan itu sengaja dicari-cari.

Di alam media sosial, dikenal juga buzzer. Istilah ini merujuk pada orang-orang yang berperan menyebarluaskan info melalui media sosial secara terus-menerus. Buzzer ini kini menjelma sebagai peluang profesi. Mereka yang memiliki followers berjumlah besar, bisa ribuan hingga ratusan ribu, bisa dengan mudah melakukan peran buzzer ini.

Pekerjaan mereka melakukan promosi atau iklan produk tertentu sesuai jadwal yang ditetapkan secara berkesinambungan.

Tak cuma artis. Karena efektivitasnya seorang buzzer ini, dalam perpolitikan, keberadaan para buzzer ini pun dilirik.

Tugas mereka, selain turut mengawal kampanye dan membangun citra positif tokoh, juga dimanfaatkan menyerang dan menjatuhkan lawan politik! Nah lo...

Halaman
12
Penulis: moh anhar
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved