Korban Banjir Kota Pekalongan Mulai Meninggalkan Lokasi Pengungsian Balik ke Rumah

Data dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan, Selasa (29/1/2019) sore, pengungsi akibat banjir Kota Pekalongan mencapai 1.343 jiwa.

Korban Banjir Kota Pekalongan Mulai Meninggalkan Lokasi Pengungsian Balik ke Rumah
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Lokasi pengungsian di GOR Jatayu Kota Pekalongan mulai ditinggalkan pengungsi, Selasa (29/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Data dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekalongan, Selasa (29/1/2019) sore, pengungsi akibat banjir Kota Pekalongan mencapai 1.343 jiwa.

Jumlah tersebut tersebar di 11 titik pengungsian yang terletak di Kelurahan Tirto, Kelurahan Panjang, Bendan Kregon, Padukuhan Kraton, dan Kantor Kecamatan Pekalongan Barat.

Beberapa korban banjir juga mulai meninggal lokasi pengungsian seperti di Gor Jatayu Kota Pekalongan.

Walaupun demikian, Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz mengimbau masyarakat tetap waspada empat hari kedepan.

VIDEO : Belasan Siswa MIS Tegaldowo Pekalongan Laksanakan Try Out di Tengah Banjir

"BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menyampaikan 3 sampai 4 hari hujan masih mengguyur Pekalongan, maka dari itu masyarakat harus waspada," katanya, Selasa (29/1/2019).

Saelany menyampaikan pemerintah berusaha maksimal melakukan penanganan bencana banjir, meskipun diakuinya ada keterlambatan dalam hal distribusi makanan.

“Kami Kekurangan relawan untuk membantu menangani bencana, mungkin karena tenpat para relawan juga terdampak banjir,” paparnya.

Beberapa titik yang terendam dinyatakan Saelany mulai surut, namun daerah pesisir masih tergenang.

“Kami akan lakukan koordinasi terkait kekurangnya pelayanan selama dua hari ini, untuk pelayanan ke korban bencana yang kebih maksimal,” imbuhnya.

VIDEO : Relawan Siapkan Ribuan Konsumsi untuk Korban Banjir Pekalongan di Dapur Umum Gor Jatayu

Ia meminta masyarakat mendukung penyelesaian tanggul raksasa sepanjang 2,1 kilometer yang dibangun pemerintah.

“Adanya tanggul raksasa diprotes warga karena dianggap penyebab air banjir di pesisir tak kunjung surut karena terhalang tanggul. Dan ada yang mencoba membobol tanggul, tapi itu bukan penyelesaian. Kini Pemerintah Provinsi juga sudah memasang pompa di tanggul untuk menyedot air,” tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved