Dinkes Brebes Akan Galakkan PSN Tanggulangi Penyebaran DBD

Plt Kepala Dinkes Brebes, Sri Gunadi Purwoko mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya untuk menanggulangi penyebaran penyakit DBD

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes mengakui adanya tren peningkatan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Januari 2019 ini dibandingkan bulan sebelumnya. Bahkan, telah ada lima korban meninggal akibat penyakit tersebut.

Plt Kepala Dinkes Brebes, Sri Gunadi Purwoko mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya untuk menanggulangi penyebaran penyakit DBD itu. Di antaranya, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak untuk memutus rantai penyebarannya.

"PSN itu untuk menghilangkan sarang nyamuk. Namun untuk daerah yang sudah ada kasusnya, yang terkena DBD dan sudah meninggal, kita lakukan fogging juga yang fokus daerah sekitarnya. Itu untuk membunuh nyamuk-nyamuk dewasa," kata Gunadi, Rabu (30/1/2019).

Sementara untuk membunuh jentik nyamuk, solusinya yaitu dengan PSN yang meliputi pengurasan bak mandi, penutupan tempat penampungan air dan penguburan barang bekas. Jika tidak, maka jentik nyamuk pun akan berkembang menjadi nyamuk dewasa dan menyebarkan DBD.

Dari data Dinkes Brebes, hingga Selasa (29/1/2019) kemarin, telah ada 39 kasus yang terkena DBD. Dari jumlah itu, empat korban meninggal sudah terdata dan satu korban belum dilaporkan.

Lima korban meninggal akibat DBD yaitu Alan Firgiawan (5,5), warga Desa Cikandang, Kecamatan Kersana, Kholisna Munafilah (7) warga Desa Limbangan Kecamatan Kersana, Athalia Dinar Azahra (6) warga Desa Ketanggungan Kecamatan Ketanggungan Rafa Febian (9) warga Dukuh Tengah Kecamatan Ketanggungan dan Maulana Kevin Saputra (4) warga Desa Pasarbatang Kecamatan Brebes.

Meski telah ada lima korban meninggal, Gunadi menyatakan, Kabupaten Brebes belum bisa dikatakan kejadian luar biasa (KLB) DBD. Ia memaparkan, harus dilihat perbandingannya dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Jika kenaikannya lebih dari dua kali lipat, maka bisa ditetapkan KLB.

Dari data yang ada, sepanjang 2018 lalu hanya ada 30 kasus DBD. Sedangkan pada Januari 2019 ini saja, sudah ada 39 kasus. Jumlah tersebut relatif turun dibandingkan 2017 yang tercatat 286 kasus dan 2016 ada 1.070 kasus.

"Tapi trennya Januari 2019 ini dibanding Januari 2018 lalu itu hampir sama. Karena periode musim hujan. Sehingga belum bisa kita katakan KLB," jelasnya.

Kendati demikian, katanya, penyebaran sarang nyamuk pada musim penghujan ini relatif merata di semua wilayah Brebes. Tidak hanya di dataran rendah saja, penyebaran nyamuk sudah masuk ke daerah yang notabene dataran tinggi di antaranya Salem dan Sirampog.

"Bahkan di air payau pun sekarang nyamuk bisa hidup dan berkembang biak. Jadi kita memang harus waspada terhadap penyakit DBD ini," ujarnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved