Ini Upaya KPU Kota Semarang untuk Menekan Angka Golput

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang terus berupaya menekan angka golput pada pemilu 2019 mendatang.

Ini Upaya KPU Kota Semarang untuk Menekan Angka Golput
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Ketua KPU Kota Semarang, Henry Cassandra Goeltom. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang terus berupaya menekan angka golput pada pemilu 2019 mendatang.

Ketua KPU Kota Semaeang, Henry Cassandra Gultom menututurkan, pihaknya terus memantau masyarakat dalam pesta demokrasi ini agar tidak ada hasutan dari pihak tertentu untuk golput.

Hal itu karena menghasut masyarakat untuk golput dapat dijerat hukuman.

"Kalau melakukan kampanye masif agar masyarakat tidak menggunanakan hak suaranya itu melanggar. Kami pantau agar tidak ada gerakan golput saat pilpres nanti," kata Nanda, sapaan akrab Henry Cassandra Gultom, Rabu (30/1/2019).

Menurutnya, salah satu indikator tingginya angka golput yakni kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pesta demokrasi.

Adapun upaya KPU Kota Semarang untuk meminimalisir angka golput yakni dengan memaksimalkan 77 hari terhitung untuk sosialisasi secara menyeluruh ke semua lapisan masyarakat.

"Sosialisasi akan lebih dioptimalkan per tanggal 1 Februari 2019 besok. Pasalnya, spesimen surat suara sendiri juga sudah siap," tuturnya.

Lebih lanjut, KPU Kota Semarang akan turun ke berbagai basis masyarakat dengan dibantu oleh Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan.

Selain itu, KPU juga akan menggandeng pihak non struktural lainnya, seperti para relawan.

"Kota Semarang sekarang sudah memiliki relawan demokrasi yang akan bekerja selama 3 bulan sampai bulan April untuk membantu sosialisasi tersebut," jelasnya.

Dengan mengoptimalkan sosialisasi, Nanda yakin dapat mengurangi angka golput di Kota Semarang.

Terlebih, sejauh ini tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu cukup baik. Hal ini dapat dilihar dari partisipsi pada pilwakot dan pilgub lalu mencapai 72,8 persen.

"Kota Semarang salah satu kota yang memiliki tingkat partisipan cukup tinggi 72,8 persen dari Jawa Tengah. Makannya KPU terus mendorong target 77,5 persen bisa tercapai," ujarnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved