Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Belum Menetapkan Demam Berdarah Sebagai Kejadian Luar Biasa

Sampai saat ini, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, belum menetapkan demam berdarah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Belum Menetapkan Demam Berdarah Sebagai Kejadian Luar Biasa
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sampai saat ini, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, belum menetapkan demam berdarah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Ia menganggap, beberapa kasus yang terjadi di wilayah Jawa Tengah masih normal.

Perbandingan yang ia gunakan jika setiap 100 ribu penduduk ada kurang dari 25 kasus pengidap demam berdarah, masih dikatakan normal.

"Saat ini total ada 1.204 kasus demam berdarah di Jawa Tengah. Sedangkan yang meninggal ada 12 orang yang rata-rata usia 5-12 tahun. Ada beberapa wilayah yang kami anggap Waspada KLB. Jadi belum jadi KLB," terangnya ketika ditemui di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Rabu (30/1/2019) siang.

Ia mengakui jika setiap bulan Januari menjadi puncak kasus demam berdarah.

Hal ini dipicu kondisi kesehatan lingkungan yang mendukung untuk nyamuk Aedes Aegypti.

"Banyaknya air yang tertampung dalam bejana-bejana menjadi tempat terbaik untuk nyamuk itu. Tapi di air yang bersentuhan langsung dengan tanah, nyamuk tersebut tidak mau berkembang biak," bebernya.

Dibandingkan dengan tahun 2018, awal tahun 2019 kasus demam berdarah cenderung tinggi.

Kasus tertinggi saat ini ada di Kabupaten Sragen, diikuti Grobogan, Pati, Jepara, Purbalingga, Blora, Cilacap, dan Boyolali.

Halaman
12
Penulis: faisal affan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved