KPK Kembali Tetapkan Status Tersangka Mantan Bupati Lampung Tengah, Pengembangan Kasus Suap ke DPRD

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali menetapkan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa sebagai tersangka.

KPK Kembali Tetapkan Status Tersangka Mantan Bupati Lampung Tengah, Pengembangan Kasus Suap ke DPRD
Tribun Jateng/M Nur Huda
Pimpinan KPK Alexander Marwata, saat hadir dalam forum Workshop Pembangunan Budaya Integritas bagi Forkompimda Provinsi Jateng dan Kabupaten/Kota Se Jateng, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Komplek Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Kamis (14/12/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali menetapkan mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka ini merupakan hasil pengembangan dari kasus suap ke DPRD Lampung Tengah.

Dalam kasus itu, Mustafa divonis 3 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (23/7/2018).

Mustafa juga diwajibkan membayar denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Selain itu, hak politik Mustafa dicabut selama 2 tahun setelah selesai menjalani pidana pokok.

"MUS diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengadaan barang dan jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018 dan penerimaan hadiah atau janji lainnya dari calon rekanan proyek di Lingkungan Dinas Bina Marga Kabupaten Lampung Tengah," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Alexander memaparkan, Mustafa diduga menerima fee dari ijon proyek-proyek di Lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee sebesar 10 hingga 20 persen dari nilai proyek.

"Total dugaan suap dan gratifikasi yang diterima yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas MUS sebagai Bupati Lampung Tengah sebesar Rp 95 miliar," kata dia.

Penerimaan uang itu diduga dilakukan secara bertahap pada Mei 2017 hingga Februari 2018.

Adapun rinciannya, uang Rp 58,6 miliar berasal dari 179 calon rekanan proyek.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved