PSIS akan Gunakan Pita Hitam saat Jamu Persibat Batang, Mengenang Mendiang Erik Dwi Ermawansyah

PSIS Semarang berencana akan mengenakan pita hitam pada laga Babak 32 Besar Piala Indonesia saat menjamu Persibat Batang

PSIS akan Gunakan Pita Hitam saat Jamu Persibat Batang, Mengenang Mendiang Erik Dwi Ermawansyah
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SETIAPUTRA
Mantan pemain PSIS Semarang di Liga 2 2017, Erik Dwi Ermawansyah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang berencana akan mengenakan pita hitam pada laga Babak 32 Besar Piala Indonesia saat menjamu Persibat Batang, 5 Februari mendatang di Stadion Moch Soebroto, Magelang.

Hal ini untuk menunjukkan duka cita mendalam yang ikut dirasakan PSIS atas meninggalnya mantan striker mereka di Liga 2 2017, Erik Dwi Ermawansyah yang tutup usia di usia 22 tahun karena serangan jantung.

"Ya artinya untuk mengenang Erik Dwi. Kita akan menggunakan pita hitam, dan akan berdoa untuk Erik sesaat sebelum pertandingan melawan Persibat," kata General Manager PSIS, Wahyu "Liluk" Winarto, Selasa (29/1/2019).

Erik Dwi merupakan salah satu bagian yang mengantarkan PSIS promosi ke Liga 1 di tahun 2017.

Bergabung sejak awal musim saat itu, Erik berhasil menyumbang lima gol bagi PSIS.

"Erik itu pribadi yang bagus. Dia kita rekrut karena lihat dari kebutuhan tim. Pengalamannya lumayan, pernah bermain di Bhayangkara FC dan Madura United.

"Posisi pada saat itu, kita juga butuh striker. Intinya dia sosok oemain yang bagus dan pekerja keras. Kontribusinya bagus, dan dia salah satu anggota skuat PSIS yang mengantarkan PSIS masuk ke Liga 1 lagi. Tentunya kami sangat mengapresiasi pada Erik Dwi," kata Liluk.

Musim lalu, Erik Dwi sempat berkostum PSIS Semarang di putaran pertama Liga 1.

Namun, minim mendapat kesempatan bermain dari pelatih saat itu, Vincenzo Alberto Annese membuat Erik Dwi hengkang.

Erik kemudian berlabuh ke tim Liga 2 PSIR Rembang, kemudian pindah lagi ke Persik Kendal.

"Dia pemain bertalenta. Memang di 2018 dia tidak.mendapt kesempatan banyak untuk bermain. Waktu itu tim ditangani Coach Annese, yang dia kepengen pemain yang matang. Waktu itu sebetulnya saya kira Erik pemain yang mampu bersaing di Liga 1, cuma waktu itu kita tidak bisa mencampuri kewenangan pelatih," pungkas Liluk. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved