Bisa Picu Kanker, Lima Obat Antihipertensi Irbesartan Ditarik dari Pasaran

"Ada 5 obat darah tinggi anti hipertensi irbesartan yang resmi ditarik BPOM belum lama ini," ujarnya

Bisa Picu Kanker, Lima Obat Antihipertensi Irbesartan Ditarik dari Pasaran
thinkstockphotos
Ilustrasi obat generik 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar POM Semarang terus memantau peredaran obat yang beredar. Menurutnya khusus obat antihipertensi irbesartan, ada beberapa obat yang ditarik dari pasaran.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Besar POM Semarang, Syafriansyah saat dihubungi Tribun Jateng, Kamis (31/1/2019).

"Ada 5 obat darah tinggi anti hipertensi irbesartan yang resmi ditarik BPOM belum lama ini," ujarnya.

Menurutnya hal ini sebagai tindak lanjut penemuan dari FDA atau BPOM Amerika terkait adanya penambahan bahan baku yang tidak baik di obat tersebut yang dibuat perusahaan farmasi asal Tiongkok.

Adapun obat antihipertensi irbesartan adalah obat dengan fungsi mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi) dan untuk membantu melindungi ginjal dari kerusakan akibat diabetes.

"Obat itu mengandung zat pengotor N-Nitrosodiethylamine (NDEA) yang apabila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan kanker," urainya.

Syafriansyah menyebutkan, sebenarnya obat yang diedarkan ke pasar selalu lebih dahulu melewati penilaian mutu, pengujian dan lain-lain. Tetapi efek samping dari obat yang ada memang belum dapat diantisipasi secara maksimal.

"Kalau pabrikan obat di Indonesia kami belum menemukan penggunaan bahan baku tersebut," ungkapnya.

Khusus di Semarang dan kota-kota lainnya di Jateng, dari hasil pantauannya sudah tidak ada lagi obat-obat tersebut yang ada di pasaran.

Obat-obat yang ditarik BPOM itu di antaranya Cardiocom Kaptab Salut Selaput 150 dan 300mg dari PT Combipar, Irbesartan Tablet Salut Selaput 150 dan 300mg PT Otto Pharmaceutilacs Industries, Irbesartan Tablet Salut Selaput 150 dan 300mg PT Pertiwi Agung, Tensira Tablet Salut Selaput 150 dan 300mg PT Pertiwi Agung, Opisar Tablet Salut Selaput 150 dan 300mg PT Abott Indonesia.

"Memang sebelum ditarik ini obat-obat tersebut ada di pasaran, tak terkecuali Semarang dan kota-kota lain di Jateng. Sejak 23 Januari saat BPOM menarik lima obat tersebut, kami mengecek sekarang sudah tidak ada di pasaran," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved