Jumlah Penderita Kanker di Semarang Cenderung Bertambah, Perempuan Diharap Periksa Payudara Sendiri

Dari jumlah tersebut, angka penderita kanker payudara (mammae) di Semarang menjadi yang paling menonjol mengalami peningkatan

Jumlah Penderita Kanker di Semarang Cenderung Bertambah, Perempuan Diharap Periksa Payudara Sendiri
Thinkstockphotos
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Semarang, angka penderita penyakit kanker di Kota Semarang mengalami kenaikan.

Sejak 2015 hingga 2018, jumlah penderita Kanker cenderung terus meningkat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala DKK Semarang, Widoyono saat ditemui ruang kerjanya, Kamis (31/1/2019).

"Kami mencatat data empat kanker yang paling banyak ditemukan di Semarang. Yakni kanker hati, kanker payudara, kanker bronkus atau paru-paru dan kanker serviks atau leher rahim. Dan memang meningkat dari data yang ada," paparnya.

Menurutnya dari tahun 2015, angka penderita kanker mencapai 1.202, lalu naik menjadi 1.360 penderita di 2016, 3.344 penderita pada 2017 dan 4.286 di tahun 2018.

Dari jumlah tersebut, angka penderita kanker payudara (mammae) di Semarang menjadi yang paling menonjol mengalami peningkatan.

Pada tahun 2015 ada 654 kasus kanker payudara, meningkat pada 2016 yakni 749. Angka tersebut, papar Widoyono, naik signifikan pada 2017 yakni mencapai 2.498, dan meningkat lagi pada 2018 yakni 3.590 kasus.

"Jangan dikira hanya perempuan, kanker payudara juga bisa menyerang laki-laki walaupun jumlahnya sangat sedikit," papar dia.

Menurutnya, untuk kasus kanker payudara di Semarang, paling banyak menyerang mereka yang berusia 45-65 tahun.

Halaman
123
Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved