Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berawal Saling Ejek di Facebook, Pelajar SMP di Pekalongan Dipukuli Hingga Pingsan Oleh Kakak Kelas

murid kelas VII di SMP NU Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang mengalami trauma karena tindak kekerasan.

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Limin korban kekerasan di Musala SMP NU Pajomblangan menunjukkan hasil pemeriksaan dokter, Jumat (1/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebut saja Limin, murid kelas VII di SMP NU Pajomblangan, Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan yang mengalami trauma karena tindak kekerasan.

Pasalnya, Limin dianiaya tujuh siswa di dalam Musala sekolahan selama dua jam lebih hinggapingsan.

Ia menceritakan, kakak kelasnya tak terima saat Limin membalas komentar di foto yang ia ungggah melalui Facebook.

“Awalnya saya mengunggah foto di Facebook dan dikomentari najis-najis oleh kakak kelas saya, saya sengaja diam tapi karena mereka mengomentari terus saya balas dengan komenter najis juga,” jelas Limin saat ditemui Tribunjateng.com di rumahnya, Jumat (1/2/2019).

Setelah itu Limin menuturkan, memblokir akun kakak kelas yang mengomentari di beranda Facebooknya.

“Beberapa hari berselang tepatnya tanggal 16 Januari saya dijemput menggunakan sepeda motor menuju ke Musala sekolah, di sana saya dikeroyok dari pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB,” paparnya.

Tak tahan menerima pukulan dan tendangan, Limin sempat tak sadarkan diri di dalam musala sekolah.

“Karena kesakitan saya pingsan, setelah sadar saya dipulangkan hingga gang dekat rumah. Sesampainya di rumah saya kembali pingsan hingga malam hari,” ujarnya.

Limin juga diancam oleh kakak kelasnya, maka dari itu ia tak berani menceritakan kejadian tersebut hingga sang kakak mendapat video tindak kekerasan tersebut dan memberitahu kedua orang tuanya.

“Saya diancam akan dihabisi dan dibunuh kalau menceritakan kejadian tersebut, maka dari itu saya memilih diam. Tapi akhirnya saya ceritakan karena kakak saya mendapatkan videonya,” imbuhnya.

Hingga kini 15 hari berselang, Limin masih merasakan sakit di dada dan sesak nafas karena dihujani pukulan serta tendangan dari siswa yang kebih besar darinya.

“Dada saya masih sakit, saya tidak mau sekolah lagi, saya ingin pindah ke sekolah lain,” kata Limin.

Limin menambahkan ada tujuh siswa memukuli dan menendangnya secara bergantian, sementara siswa lainya mengolok-oloknya.

“Saya hanya diam dan tidak membalas mereka memukuli saya bergantian, sementara siswa lainya menonton dan merekam menggunakan telepon genggam,” tambahnya.

Caption
Limin korban kekerasan di Musala SMP NU Pajomblangan menunjukan hasil pemeriksaan dokter, Jumat (1/2/2019).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved