Dinkes Salatiga Tetapkan Status Siaga Demam Berdarah

"Kasusnya setiap hari bertambah dari rekap data sementara berkisar 20. Tapi saya prediksi lebih karena semua belum terlapor,"

Dinkes Salatiga Tetapkan Status Siaga Demam Berdarah
tribunjateng/dok
ILUSTRASI fogging di Jateng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM,SALATIGA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Salatiga menetapkan status siaga demam berdarah menyusul puluhan orang yang terjangkit virus dengue atau dalam istilah biasa disebut aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraidah mengatakan hampir setiap hari ia menerima laporan warganya terkena demam berdarah awalnya berkisar belasan sekarang diangka 20 orang.

"Kasusnya setiap hari bertambah dari rekap data sementara berkisar 20. Tapi saya prediksi lebih karena semua belum terlapor," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com Jumat (01/02/2019)

Menurut Zuraidah, dari laporan yang ada ditemukan jentik nyamuk aedes aegypti hampir pada semua wilayah di Kota Salatiga. Sementara kata dia penanganan awal pencegahan digalakkan penyuluhan dan pemeriksaan jentik berkala.

"Pemberantasan nyamuk dewasa dengan fooging di daerah-daerah endemis dan ditemukan kasus sementara itu," katanya

Dikatakan Zuraidah, fogging hanya bersifat sementara alias tidak menyelesaikan adanya kasus demam berdarah karena nyamuk tidak mati total. Ia menjelaskan hendaknya masyarakat lebih rutin melakukan bersih-bersih lingkungan dan menguras bak mandi.

Kepada masyarakat ia menghimbau agar waspada nyamuk demam berdarah dengan mengetahui waktu menggigit yang biasanya terjadi saat pagi dan sore hari hingga malam diatas pukul 18.00 WIB. Dia meminta manakala anak sebelum berangkat sekolah agar dioles lotion anti nyamuk.

"Tanda-tanda lain seseorang terkena demam berdarah mengalami panas langsung turun dan terus berulang. Panas turun bukan berarti sembuh tapi syok," jelasnya

Sementara ini lanjut Zuraidah, daerah yang dinilai menjadi endemis penyakit demam berdarah diantaranya Kecamatan Sidomukti, Argomulyo dan Sidorejo. Bagi warga di daerah itu diimbau segera melaporkan manakala ada keluarga mengalami demam hampir seminggu belum sembuh.

"Temuan sementara di Kelurahan Mangunsari, Tegalrejo, Dukuh Kalicacing,  Sidorejo Lor, dan Blotongan. Saat ini status kami siaga petugas kesehatan terus melakukan penyuluhan agar waspada demam berdarah," sebutnya

Zuraidah menambahkan temuan penderita demam berdarah di Kota Salatiga mengalami pasang surut setiap tahunnya. Pada 2011 ditemukan 13 kasus kemudian pada 2012 jumlah penderita DBD tercatat 24 orang sedang 2013 sebanyak 57 penderita. Di tahun 2018 tercatat 27 orang terkena DBD, sedang tahun ini sesuai laporan yang masuk berjumlah 20 orang.

Pihaknya menjelaskan penyebaran DBD sulit dikendalikan lantaran nyamuk penyebab penyakit ini, yaitu aedes aegypti sudah kebal terhadap sejumlah jenis obat-obatan pembasmi nyamuk.

Karena itu kata dia, masyarakat harus proaktif dalam upaya pengendalian dan pencegahan DBD dengan menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Dengan PSN, perkembangbiakan nyamuk bisa ditekan lantaran jentiknya juga ikut mati. Upaya antisipasi penyebaran penyakit DBD harus dilakukan mulai tingkat rumah tangga. Karena itu, masyarakat juga harus berperan aktif dalam melakukan langkah antisipasi. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved