Sore Tadi, Orangtua Pelajar Korban Penganiayaan di Pekalongan Ini Lapor Polisi

Keluarga Limin, Jumat (1/2/2019) sore datangi Polres Pekalongan untuk melaporkan kekerasan yang dialami anaknya.

Sore Tadi, Orangtua Pelajar Korban Penganiayaan di Pekalongan Ini Lapor Polisi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Orangtua pelajar korban penganiayaan secara resmi melapor ke Polres Pekalongan, Jumat (1/2/2019) sore tadi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Keluarga Limin, Jumat (1/2/2019) sore datangi Polres Pekalongan untuk melaporkan kekerasan yang dialami anaknya.

Suyati dan Amat Kasirun termasuk kakaknya mendatangi Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pekalongan.

Keluarga Limin memasuki ruangan PPA sekitar pukul 16.00 dan keluar pukul 18.30. 

Limin, pelajar kelas 7 SMP NU Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan itupun terlihat masih trauma akibat tindak kekerasan yang dialaminya.

Limin dianiaya 7 siswa kelas 8 dan 9, kakak kelasnya di dalam musala sekolah selama 2 jam lebih hingga dirinya pingsan.

Ia menceritakan, kakak kelasnya tak terima saat Limin membalas komentar di foto yang diungggah melalui Facebook.

“Awalnya saya mengunggah foto di Facebook dan dikomentari najis, najis oleh kelas, saya sengaja diam tapi karena mereka mengomentari terus, saya balas komenter 'najis' juga,” jelas Limin saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (1/2/2019).

Setelah itu, Limin menuturkan, memblokir akun kakak kelas yang mengomentari di beranda Facebooknya.

“Beberapa hari berselang tepatnya 16 Januari 2019, saya dijemput menggunakan sepeda motor menuju ke musala sekolah. Di sana saya dikeroyok dari pukul 15.00 hingga pukul 17.00,” paparnya.

Limin juga diancam oleh kakak kelasnya.

Itu alasan mengapa dirinya enggan menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya, hingga sang kakak mendapat video tindak kekerasan tersebut.

“Saya diancam akan dihabisi dan dibunuh kalau menceritakan kejadian tersebut," imbuhnya.

Hingga kini, 15 hari berselang, Limin masih merasakan sakit di dada dan sesak nafas karena dihujani pukulan serta tendangan dari mereka.

“Dada saya masih sakit, saya tidak mau sekolah lagi, saya ingin pindah ke sekolah lain,” kata Limin. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved