Selama 2018, 158 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Kabupaten Semarang
Sebanyak 55 persen korban kecelakaan lalu lintas merupakan kaum milenial.
Penulis: amanda rizqyana | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN -- Sebanyak 55 persen korban kecelakaan lalu lintas merupakan kaum milenial.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat pada acara Millenials Road Safety Festival.
Acara yang diselenggarakan di SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang pada Jumat (1/2/2019) pagi tersebut merupakan sebuah kegiatan yang mengajak generasi milenial untuk mengutamakan keselamatan lalu lintas.
"Pelanggaran merupakan titik awal terjadinya kecelakaan. Peran serta pelajar sangat diharapkan petugas kepolisian agar selalu menjadi pelopor keselamatan dan ketertiban berlalau lintas. Ayo bersama-sama kita jadi pelopor keselamatan dan ketertiban berlalu lintas," pesan Adi di hadapan ribuan pelajar SMK Negeri 1 Bawen.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan sosialisasi dari program tertib, aman, dan lancar berlalu lintas yang ditujukan pada anak-anak muda di Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan generasi milenial atau generasi yang lahir antara tahun 1980-2000. Sementara berdasarkan data kecelakaan selama 2017-2018, korban didominasi yang memiliki tahun lahir milenial.
"Sekitar 55 persen korban merupakan milenial," tuturnya.
Berdasarkan data tersebut, sebagian besar kecelakaan dialami oleh kendaraan roda dua.
Milenial Road Safety Festival untuk mewujudkan generasi milenial cinta lalulintas menuju Indonesia Gemilang. Bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas, khususnya di kalangan generasi millenial.
Pihaknya menargetkan, pada 2020 kecelakaan lalu lintas yang melibatkan milenial harus berada di bawah 55%, bahkan bisa di bawah 30%. Sedianya Millenial Road Safety Festival akan diselenggarakan hingga 31 Maret 2019 di seluruh wilayah hukum Polres Semarang.
Menurut catatan laporan periodik dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang, kecelakaan lalu lintas sepanjang 2018 di Kabupaten Semarang mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.
Tercatat terjadi 499 kecelakaan lalu lintas dengan prosentase penurunan angka 3% dari periode sebelumnya.
Sayangnya, penurunan angka kecelakaan lalu lintas tidak dibarengi dengan turunnya angka kecelakaan lalu lintas yang berakibat korban meninggal dunia.
Angka kecelakaan lalu lintas pada 2018 yang mengakibatkan korban meninggal dunia ialah 139 kejadian dengan peningkatan 4%.
Sementara untuk korban meninggal dunia sebanyak 158 jiwa turun 1% dari periode sebelumnya. Korban luka berat sebanyak 3 orang turun 50% dari periode sebelumnya, dan korban luka ringan sebanyak 492 orang turun 9% dari periode sebelumnya.
Angka kerugian material kendaraan akibat kecelakaan turun 41% dari periode sebelumnya menjadi Rp 206.300.000. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tabrakan-antara-motor-lawan-truk-d-lebaksiu-tegal_20180507_122252.jpg)