Beredar Pesan Whatsapp Soal Razia STNK Instruksi Mabes Polri, Kasatlantas Polres Salatiga: Itu Hoax!

Satlantas Polres Kota Salatiga memastikan informasi yang beredar di media sosial terutama WA Group berisi jadwal razia STNK

Beredar Pesan Whatsapp Soal Razia STNK Instruksi Mabes Polri, Kasatlantas Polres Salatiga: Itu Hoax!
GOOGLE
Ilustrasi hoax 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satuan polisi lalulintas (Satlantas) Polres Kota Salatiga memastikan informasi yang beredar di media sosial terutama WA Group berisi jadwal razia Surat Tanda Naik Kendaraan (STNK) dari Mabes Polri adalah palsu.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Marlin Supu Payu mengatakan jajarannya rutin melakukan razia STNK di wilayah hukum Salatiga hanya saja yang sesuai informasi hari ini akan ada apalagi mengatasnamakan Mabes Polri dipastikan hoaks.

"Itu hoax tidak ada agenda giat razia pajak STNK yang mati bagi kendaraan yang telat membayar pajak," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com Senin (04/02/2019)

Sebelumnya beredar pesan berisi informasi akan adanya razia STNK pada semua wilayah di Indonesia kerjasama Pemda, Dishub, dan Polri berlaku hari ini Senin (04/02/2019) di media sosial Whatshap.

Pada pesan itu tertera pula keterangan operasi ditujukan terhadap kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang telat membayar pajak. Disebutkan pada informasi itu bagi kendaraan yang telat membayar pajak selama tiga tahun atau lebih akan langsung disita petugas.

"Kalau saat operasi kami menemukan kenderaan tidak ada STNK benar di tahan atau belum disahkan di tilang tapi berkaitan telat membayar pajak bukan wewenang polisi," jelasnya

Menurut Kasatlantas, ketika melaksanakan pembayaran pajak otomatis pemilik kendaraan sekaligus melakukan pengesahan STNK dan berlaku hingga lima tahun. Dan secara berkala kata dia setiap tahun mengharuskan pengesahan ulang di Kantor Samsat.

Mengenai informasi yang beredar akan adanya razia STNK apalagi dikenai biaya derek dan parkir setiap hari berkisar Rp 400 ribu adalah hoaks. Ia mengimbau masyarakat Kota Salatiga agar tidak mudah mencerna informasi yang tidak jelas sumbernya.

"Untuk Salatiga tidak ada kegiatan seperti itu, memang betul STNK yang belum disahkan ditindak tapi soal razia hari ini itu bohong,"ujarnya

Dikatakan AKP Supu Payu, yang benar apabila masyarakat tidak membayar pajak kendaraan bermotor maupun mobil selama dua tahun data kendaraan akan di hapus dari registrasi dan identifikasi hasil pencurian alias tidak terdaftar lagi di kepolisian. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved