Ki Sigit Senang Kesenian Wayang Sudah Masuk Undang-undang

Berada di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, pagelaran wayang juga dibarengi dengan syukuran karena sudah ditetapkannya Hari Wayang Nasional.

Ki Sigit Senang Kesenian Wayang Sudah Masuk Undang-undang
faisal affan
Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono, saat memberikan sambutan sebelum acara pagelaran wayang dan pelantikan pengurus Pepadi Jateng, yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (3/2/2019) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pertunjukkan wayang kembali digelar di Kota Semarang. Namun kali ini berbeda, karena bersamaan dengan dilantiknya pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jawa Tengah periode 2019-2024.

Berada di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, pagelaran wayang juga dibarengi dengan syukuran karena sudah ditetapkannya Hari Wayang Nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono, mengatakan Hari Wayang Nasional ditetapkan pada tanggal 7 November. Terlebih kini pagelaran seni wayang sudah masuk dalam Undang-undang.

"Jadi sekarang sudah disiapkan APBD nya. Sehingga diharapkan kegiatan seperti ini bisa semakin sering diadakan supaya generasi penerus tahu," terangnya, Sabtu (3/2/2019) malam.

Pagelaran wayang yang diadakan mulai pukul 20.00 WIB ini, menghadirkan tiga dalang sekaligus. Di antaranya Ki Manteb Sudarsono, Ki Sigit Arianto (Rembang), dan Ki Sigit Aji Sugito (Banyumas).

Sebelum tampil, Ki Sigit Arianto (Rembang), menjelaskan jika lakon wayang yang akan dimainkannya yakni berjudul Sombo Juing.

"Ceritanya tentang kesalahpahaman antar anggota keluarga yang berujung pada konflik. Kesalahan ini diakibatkan karena kurangnya menjalin komunikasi yang baik," tuturnya.

Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono, saat memberikan sambutan sebelum acara pagelaran wayang dan pelantikan pengurus Pepadi Jateng, yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (3/2/2019) malam.
Sekda Provinsi Jateng, Sri Puryono, saat memberikan sambutan sebelum acara pagelaran wayang dan pelantikan pengurus Pepadi Jateng, yang digelar di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Sabtu (3/2/2019) malam. (faisal affan)

Ki Sigit mengumpamakan cerita lakon yang dibawakannya dengan kepengurusan yang ada di Pepadi Jateng. Ia ingin organisasi ini bisa membawa kebaikan kepada kesenian wayang di Jawa Tengah.

"Insyallah di bawah kepemimpinan pak Untung Wiyono bisa membawa Pepadi semakin berkembang di Jawa Tengah," imbuh pria yang menjabat Seksi Pagelaran di Pepadi Kabupaten Rembang ini.

Sebagai dalang, Ki Sigit mengaku senang sudah dikeluarkannya Undang-undang yang mengatur tentang kesenian wayang.

"Karena sudah ada APBD nya, saya harap kegiatan seperti ini bisa semakin digaungkan. Saya yakin wayang akan membawa nama Indonesia di kancah Internasional," terangnya.

Ki Sigit mengibaratkan kesenian wayang ibarat olahraga. Sama-sama harus berani rugi jika yang diinginkan tercapai. Namun nyatanya, wayang lebih bisa dibanggakan.

"Regenerasi dalang dan pemain wayang lain sebenarnya cukup bagus. Namun karena kekurangan dana, sehingga tidak banyak yang tampil," pungkasnya.(*)

Penulis: faisal affan
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved