Breaking News:

Masifnya Dukungan Alumni Kampus, Ujang Komarudin: Reaksi Kegelisahan Kaum Intelektual

‎Belakangan ini, dukungan dari para alumni berbagai universitas di Indonesia mengalir deras ke pasangan calon pasangan (paslon) presiden

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ribuan simpatisan koalisi alumni Diponegoro Jokowi-Amin memadati Gedung PPI Jalan Garuda Kota Lama Semarang, Minggu (3/2). Mereka menyatakan dukungannya terhadap calon Presiden Jokowi Amin. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - ‎Belakangan ini, dukungan dari para alumni berbagai universitas di Indonesia mengalir deras ke pasangan calon pasangan (paslon) presiden - wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, mengatakan hal itu merupakan buki dari kegelisahan dan keprihatinan kaum intelektual nan terdidik atas meruaknya perseberan hoaks di hampir segala lini kehidupan.

"Ini bagian dari reaksi kaum intelektual atas maraknya penyebaran ‎hoaks yang begitu masif. Sehingga mereka berpikir ini harus dilawan, harus dibendung, tidak lagi secara individu per individu, tapi sudah seperti konsensus bersama para kaum intelektual dari berbagai kalangan," kata Ujang, dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/2).

Disampaikan, membendung masifnya penyebaran hoaks memang harus menggunakan gerakan bersama. ‎Dalam konteks ini, adalah gerakan kaum intelektual dalam membangun kesadaran moral, agar tidak memproduksi dan menebar hoaks.

‎"Dukungan kaum intelektual kepada paslon 01 merupakan berkah tersendiri. Karena, selama ini kaum intelektual lebih banyak di kampus seperti berada di menara gading, dan jika pun dukung mendukung sifatnya pribadi-pribadi," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini.

‎Menurut dia, kaum intelektual memang jangan diam dalam menyikapi sesuatu hal yang bersifat negatif di masyarakat. Namun, harus tergerak dan bergerak untuk terlibat aktif dalam politik yang mengarah kepada hal-hal positif.

"Derasnya dukungan kaum intelektual kepada paslon 01, Jokowi-Ma'ruf, menandakan bahwa selama ini kinerja Jokowi dianggap baik. Para intelektual dalam menilai seseorang dengan ukuran-ukuran yang jelas dan objektif," urai Ujang, yang menyeleseiakan program doktoral ilmu politik di Universitas Indonesia (UI) ini.

Ia menandaskan, kekuatan intelektual bisa menjadi basis legitimasi bagi paslon 01 untuk terus mendongkrak semangat dalam membangun Indonesia dalam lima tahun kedepan. Di samping itu, hal ini menandakan basis dukungan Jokowi-Ma'ruf, bukan hanya dari kalangan rakyat biasa, yang selama ini menjadi kekuatan bagi Jokowi.

Akan etapi juga didukung kaum terpelajar yang biasa bersikap kritis dan objektif. "Jika terjadi sinergi antara kekuatan kaum intelektual dengan kekuatan rakyat, maka peluang 01 untuk menang kembali berkuasa sangat besar," pungkasnya.

Dalam beberapa waktu belakangan, dukungan dari massa yang mengatasnamakan alumni berbagai kampus di Indonesia terus mengalir kepasa pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Dukungan dari alumni UI‎, Universitas Airlanga, Universitas Andalas, dan kemarin yang terbaru adalah dukungan dari para alumni Universitas Diponegoro (Undip) dan berbagai kampus lain di Semarang, Jawa Tengah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved