Sempat Semburkan Asap, Bus Terbakar di Kutowinangun Kebumen

Sebuah bus milik PO Budiman bernomor polisi Z 7761 AC mengalami insiden kebakaran di Jalan Raya Kutowinangun

Sempat Semburkan Asap, Bus Terbakar di Kutowinangun Kebumen
istimewa
Bus Budiman Terbakar 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN -- Sebuah bus milik PO Budiman bernomor polisi Z 7761 AC mengalami insiden kebakaran di Jalan Raya Kutowinangun, tepatnya di Desa Kaliputih sekitar pukul 02.45 Wib, Senin (04/02).

Berdasarkan data yang dihimpun Kepolisian, sebelum terbakar, bus sempat tiba-tiba mati lampu dan berhenti. Awak bus kemudian memgecek kondisi mesin untuk memastikan penyebabnya. Saat dicek, mesin AC diketahui mengeluarkan asap putih yang diikuti percikan api.

Sebelum api membesar, baik sopir maupun kondektur berusaha memadamkannya menggunakan alat pemadam kebakaran. Namun sayang usaha mereka tidak berhasil.

Api yang mulanya kecil cepat membesar hingga seluruh bodi bus berkobar. Petugas pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk membantu memadamkan api menggunakan mobil Damkar.

Meski penumpang selamat, kendaraan itu tak bisa diselamatkan. Nyaris seluruh bodi angkutan umum itu hangus terbakar hingga terlihat kerangka.

Beruntung, saat kejadian, seluruh penumpang dapat menyelamatkan diri dengan keluar dari bus.

Mereka meninggalkan tempat duduk saaat bus mulai mengeluarkan kepulan asap putih. Selain penumpang, sopir bus bernama, Didik (41) warga Tasikmalaya beserta kondekturnya juga selamat dalam peristiwa itu.

"Pada saat kejadian personil Polsek yang hadir membantu para penumpang menyelamatkan barang bawaannya. Namun, bus tidak bisa diselamatkan," Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Suparno, Senin (4/2)

Kebakaran ini diduga terjadi karena ada jaringan listrik yang konselet. Belajar dari insiden ini, Suparno menghimbau kepada seluruh sopir untuk mengecek kembali kelayakan kendaraannya sebelum digunakan. Terlebih kendaraan angkutan umum yang membawa banyak penumpang.

Dengan pengecekan itu, diharapkan segala kerusakan bisa segera diperbaiki sehingga tidak berakibat fatal kemudian. Keselamatan penumpang bagaimanapun perlu diprioritaskan. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved