Breaking News:

Bupati Tegal Minta Pelajar SMK Peristek Tak Jadi Generasi Pendendam

Aksi tawuran berujung pembacokan pelajar SMK di Kabupaten Tegal diharapkan tidak terulang kembali. Itu disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah.

TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan beberapa amanah saat berada di SMK Peristek Pangkah, Kabupaten Tegal, Senin (4/2/2019). Pesan utama yakni terkait aksi pembacokan dimana satu korban tewas adalah pelajar di sekolah tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Aksi tawuran yang berujung pembacokan seorang pelajar SMK di Kabupaten Tegal diharapkan tidak terulang kembali.

Hal itu disampaikan Bupati Tegal Umi Azizah, saat Kabar Bupati Tegal di SMK Peristek Pangkah, Kabupaten Tegal, Senin (4/2/2019).

Umi meminta kepada para pelajar SMK Peristek, terutama yang menjadi korban pembacokan agar tidak dendam.

Sebab, apabila melakukan pembalasan atas nama solidaritas, dapat berujung pada penyesalan seumur hidup.

"Mari doakan saja Dimas Nur Afandi (korban pembacokan), semoga diterima di sisi Allah Swt," saran Umi.

Perlu diketahui, Dimas Nur Afandi yang merupakan siswa SMK Peristek itu adalah korban.

Maka, dia mewanti-wanti kepada seluruh pelajar SMK Peristek supaya tidak menjadi generasi pendendam.

"Dan mewarisi tradisi tawuran antarpelajar. Menjadi pelajar harus bisa menunjukkan, mereka adalah generasi unggul yang saling memaafkan dan menjunjung tinggi hukum peradilan di NKRI ini," ujarnya.

Sementara, pesan serupa pun disampaikan Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie.

Menurutnya, siswa sekolah tugasnya hanya belajar, bukan tawuran atau melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

"Saya waktu masih SMA, pulang sekolah langsung mengerjakan PR. Tidak main. Saya minta, pelajar di Kabupaten Tegal juga harus begitu," sarannya.

Sementara, Kepala SMK Peristek Pangkah, Mustakhidin berucap sudah berulang kali mencegah siswanya untuk tidak melakukan aksi balas dendam.

Bahkan, pihaknya juga sudah menggelar doa bersama di halaman sekolah untuk siswanya yang menjadi korban pembacokan.

"Semoga peristiwa ini yang pertama dan terakhir. Semua sudah ditangani yang berwajib," tukasnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved