Kopi Ronggeng; Minuman Era Kolonial Khas Pekalongan, Gula Aren Jadi Cemilannya

Kopi ronggeng, demikian sebutan minuman khas masyarakat Desa Kutorojo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.

Kopi Ronggeng; Minuman Era Kolonial Khas Pekalongan, Gula Aren Jadi Cemilannya
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Kopi ronggeng, demikian sebutan minuman khas masyarakat Desa Kutorojo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kopi ronggeng, demikian sebutan minuman khas masyarakat Desa Kutorojo Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan.

Wanginya seduhan kopi dipadukan gula aren membuat para pecinta kopi lokal maupun luar daerah Pekalongan kerapkali memburunya.

Terlebih ketika dinikmati bersama pisang bakar, dimana mereka juga menyebutnya suguhan Majapahit.

Konon, kopi ronggeng merupakan minuman yang sudah ada sejak era kolonial.

Masyarakat kala itu meminumnya sembari menyaksikan tari ronggeng asal Desa Kutorojo.

Budi Setiawan (30) pemilik kedai kopi di desa setempat menuturkan, biji yang digunakan untuk membuat kopi ronggeng merupakan biji kopi robusta lokal.

“Biji kopi ronggeng ditanam di hutan tanpa pupuk dan gula aren yang digunakan juga buatan dari Desa Kutorojo,” jelasnya, Selasa (5/2/2019).

Ia menceritakan, kopi ronggeng sudah ada sejak dahulu, dimana masyarakat menikmati kopi sembari menonton pertunjukan ronggeng.

“Walaupun sama-sama robusta tetapi biji kopinya berbeda. Karena saat diseduh aromanya sangat tajam dan wangi,” paparnya.

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved