Kurangi Pengangguran, BLK Suradadi Tegal Terus Salurkan Tenaga Kerja
Kepala UPTD BLK Suradadi, Tri Susanto menuturkan, sejauh ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan besar
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Latihan Kerja (BLK) Suradadi, Kabupaten Tegal dituntut untuk menyalurkan tenaga kerja (naker) ke dunia usaha maupun industri.
Para lulusan BLK harus langsung bekerja atau minimal membuka usaha sendiri.
Kepala UPTD BLK Suradadi, Tri Susanto menuturkan, sejauh ini, pihaknya sudah bekerjasama dengan sejumlah perusahaan besar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Kita (BLK) memang dituntut pemerintah untuk langsung menyalurkan atau penempatan tenaga kerja ke sejumlah perusahaan," kata Tri, usai acara Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Dana APBN Tahun 2019 di Aula BLK setempat, Selasa (5/2/2019).
Menurut dia, setiap tahun BLK selalu menyalurkan tenaga kerja ke perusahaan-perusahaan tersebut.
"Kita memang sudah sering menyalurkan tenaga kerja. Tahun ini, kita juga menyalurkan 25 orang (lulusan BLK) ke PT Komatsu," ujarnya.
Untuk menyalurkan para naker, BLK juga membuka Bursa Kerja Khusus (BKK).
Bagi Tri, cara itu sangat mudah untuk mendapatkan lowongan pekerjaan.
Belum lama ini, pihaknya juga menyalurkan tenaga kerja ke perusahaan garmen di wilayah Kecamatan Warureja.
"Kalau di garmen, kita sudah sering menyalurkan tenaga kerja. Jumlahnya mencapai ratusan," ucapnya.
Sementara, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Tegal, Nuzmatun Malinah usai membuka acara pelatihan berbasis kompetensi itu menyatakan, BLK sangat membantu mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Tegal.
Diharapkan, angka pengangguran di tahun ini dapat berkurang.
"Setiap tahun pasti ada warga yang menganggur. Mayoritas itu lulusan SLTA," ujarnya.
Adapun, pelatihan berbasis kompetensi ini diikuti oleh 128 orang.
Mereka terbagi menjadi 8 jurusan antara lain, Processing Hasil Pertanian (PHP), Pemeliharaan Kendaraan Ringan, Tata Kecantikan Rambut, Teknisi Telepon Seluler, Anyaman, Service Sepeda Motor, Pengelasan SMAW 1G dan Pratical Office.
"Mereka akan mengikuti pelatihan maksimal selama 30 hari atau 240 jam. Setiap kejuruan ada 16 siswa," sambung Atun, sapaan akrab Sekretaris Disperinaker ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sekretaris-dinas-perinaker-kabupaten-tegal-nuzmatun-m.jpg)