Hujan Selasa Malam Akibatkan Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah Kendal

"Sedangkan di kecamatan Kendal terdampak banjir yakni di Kelurahan Patukangan dan Kauman, akibat dari luapan sungai Kendal," jelasnya

Hujan Selasa Malam Akibatkan Banjir, Longsor dan Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah Kendal
Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto
Banjir setinggi lutut menggenangi pemukiman warga kelurahan Patukangan Kendal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Hujan deras yang terjadi pada Selasa (5/2/2019) malam membuat sejumlah wilayah di kabupaten Kendal mengalami bencana alam. Bencana alam tersebut diantaranya pohon tumbang, longsor dan bencana banjir.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kendal, Wiwit Andariyono mengatakan banjir yang terjadi di kabupaten terjadi di dua kecamatan yakni Kecamatan Weleri dan Kecamatan Kendal Kota.

"Banjir yang melanda kecamatan Weleri tepatnya di dusun Pakis Desa Sidomukti. Setidaknya banjir bandang itu menenggenangi 8 rumah warga," ujarnya Rabu (6/2).

Ia mengatakan malam itu juga. pihaknya langsung melakukan penyedotan menggunakan pompa air karena genanagn air yang menggenangi cukup tinggi yakni setinggi satu meter. Berkat itu, sekitar pukuk 03.00 genangan air sudah surut.

"Sedangkan di kecamatan Kendal terdampak banjir yakni di Kelurahan Patukangan dan Kauman, akibat dari luapan sungai Kendal," jelasnya

Wiwit menambahkan wilayah yang mengalami pohon tumbung yakni di sepanjang Jalan Weleri-Sukorejo tepatnya di wilayah desa Sidomukti.

Ia mengatakan ada sebanyak lima pohon tumbang yang menuntup akses utama jalan Weleri Sukorejo itu. Bahkan pohon juga menimpa sebuah mobil bak terbuka, namun beruntung tidak ada korban jiwa.

"Sedangkan longsor terjadi di tiga desa di yakni di wilayah Sumurpitu desa Pagergunung, wilayah bulupitu desa Surokonto kulon dan desa Surokonto Wetan, saat ini tengah dilakukan kerja bakti bersama warga," jelasnya

Ia pun menghimbau agar para warga meningkatkan kewaspadaan pada musim penghujan seperti saat ini. Seperti memotong dahan pohon yang sudah rimbun agar tidak roboh saat diterpa angin.

Sementara itu, Warga kelurahan Patukangan, Maryono mengatakan bahwa banjir yang melanda di wilayahnya merupakan hal yang rutin terjadi tiap tahunnya.

"Harapannya dilakukan pengerukan sungai kendal agar dapat menampung debit air lebih banyak sehingga tidak meluap," pungkasnya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved