Soal Pembangunan Jalan Tol Bawen-Yogya dan Yogya-Solo, Sultan HB X Ajukan Syarat Khusus

Pemda DIY mengajukan satu syarat khusus bila pemerintah pusat akan membangun ruas jalan tol Yogyakarta - Solo.

Editor: m nur huda
DOKUMEN PT TMJ
Ruas Tol Bawen - Salatiga resmi beroperasi, untuk sementara yang bisa melintas hanya kendaraan kecil 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA - Pemda DIY mengajukan satu syarat khusus bila pemerintah pusat akan membangun ruas jalan tol Yogyakarta - Solo.

Jalan tol berbentuk jalan layang (elevated) memang menjadi salah satu syarat yang diajukan Pemda DIY, jika pemerintah pusat ingin membangun jalan tol di wilayah DIY.

Pemerintah pusat pun dikabarkan telah menyanggupi syarat tersebut.

Keputusan yang disepakati dengan pemerintah pusat salah satunya ialah pembangunan jalan tol akan dilaksanakan, tetapi berupa tol elevated atau jalan tol layang. 

Ilustrasi rencana jaringan jalan bebas hambatan Yogyakarta Jawa Tengah
Ilustrasi rencana jaringan jalan bebas hambatan Yogyakarta Jawa Tengah (ISTIMEWA)

Adapun ruas jalan tol Bawen menuju DIY yang disepakati ketika masuk wilayah Sleman adalah model elevated.

“Jalan bebas hambatan ini akan terhubung hingga ringroad utara sebelah barat, tepatnya membentang di atas Selokan Mataram,” ungkap Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X
Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X (KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO)

Kesepakatan ini disampaikan Gubernur DIY demi mengurangi dampak negatif pada kondisi sosial masyarakat akibat pembebasan lahan.

Sri Sultan juga mengatakan, jalan tol Yogya - Manisrenggo (Klaten) sebagai bagian dari ruas tol Yogya - Solo harus memperhatikan kelestarian situs-situs sejarah di area Prambanan.

Jalur jalan tol Semarang Bawen, Jalur bebas hambatan itu nantinya akan dilanjutkan Bawen Yogyakarta.
Jalur jalan tol Semarang Bawen, Jalur bebas hambatan itu nantinya akan dilanjutkan Bawen Yogyakarta. (Loketpeta.pu.go.id)

Menurut Sultan, dengan tol elevated kemungkinan biaya sosial yang dibutuhkan lebih murah dari pada pembebasan tanah.

Bentuk jalan tol yang melayang ini sekaligus menjadi solusi untuk penyelamatan area Prambanan yang banyak situs bersejarahnya.

Dia juga sempat menyatakan keberatan jika pembangunan tol Yogya-Solo nantinya akan melewati dan merusak situs di sekitarnya.

Apalagi, di kawasan Sleman timur banyak situs budaya yang wajib dipertahankan.

“Usulan saya (tolnya) dibangun lewat ringroad yang sudah ada. Saya keberatan kalau merusak situs yang ada, seperti Prambanan,” ujar Sri Sultan HB X.

Sri Sultan pun berharap agar warga DIY bisa lebih kreatif dan inovatif, punya kemauan untuk bekerja keras dan bisa berpikir melebihi batas dalam menangkap peluang adanya tol tersebut.

Simpul Perekonomian

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved