Dua Wartawan Tewas Setelah Kantor Stasiun Radio Diberondong Tembakan Sekelompok Pria

Dua wartawan di Afghanistan tewas setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu dan melepaskan tembakan ke sebuah stasiun radio.

Dua Wartawan Tewas Setelah Kantor Stasiun Radio Diberondong Tembakan Sekelompok Pria
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi siaran radio 

TRIBUNJATENG.COM, TALOQAN - Dua wartawan di Afghanistan tewas setelah sekelompok pria bersenjata menyerbu dan melepaskan tembakan ke sebuah stasiun radio.

Kedua korban tewas, yang berusia 20-an tahun, ditembak di dalam studio Radio Hamsada, media penyiaran swasta yang berbasis di Taloqan, ibu kota Provinsi Takhar, Afghanistan, pada Selasa (5/2/2019).

"Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, sementara penyelidikan masih dilakukan," kata juru bicara pemerintah provinsi, Jawad Hejri, kepada AFP, Rabu (6/2/2019).

"Dua orang pria tak dikenal yang membawa senjata api tiba-tiba masuk ke kantor stasiun radio sekitar pukul 18.00 sore pada Selasa (5/2/2019) lalu."

"Mereka melepaskan tembakan dan mengenai dua reporter di belakang mikrofon saat sedang siaran langsung. Kedua korban tewas di lokasi kejadian," tambahnya menjelaskan.

Serangan tersebut menjadi kali kedua pada tahun ini yang menargetkan jurnalis di Afghanistan.

Insiden penyerangan itu terjadi di tengah upaya diplomatik yang telah ditingkatkan untuk mengakhiri perang selama 17 tahun.

Sebelumnya pada Januari lalu seorang jurnalis warga Afghanistan bernama Jawid Noori, dibawa paksa dari mobilnya kemudian dibunuh saat berada di Provinsi Farah.

Taliban telah mengklaim melakukan serangan tersebut.

Menurut laporan dari Reporters Without Borders (RSF) atau Jurnalis Lintas Batas, tahun 2018 lalu menjadi tahun paling mematikan bagi jurnalis di Afghanistan.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved