Pakar IT : Perlu Uji Forensik Digital Untuk Sebut Keaslian Video Mbah Moen Salah Sebut Nama Prabowo

Youtube berjudul Detik detik Ulama NU KH Maimoen Zubair Salah Sebut Nama Prabowo Saat Doakan Jokowi.

Pakar IT : Perlu Uji Forensik Digital Untuk Sebut Keaslian Video Mbah Moen Salah Sebut Nama Prabowo
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Presiden Jokowi bersama ibu negara Iriana bertemu KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang, Jumat (1/2/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pakar teknologi informasi, Dr Solichul Huda meragukan keaslian video yang beredar di Youtube berjudul Detik detik Ulama NU KH Maimoen Zubair Salah Sebut Nama Prabowo Saat Doakan Jokowi.

"Saya tidak menyebut itu hoax tapi diragukan keasliannya," ucap Solichul Huda saat dihubungi Tribun Jateng, Rabu (6/2/2019). Ia kemudian menjelaskan, Video yang diupload ke media sosial seperti Youtube hendaknya jangan langsung dianggap benar.

Terlebih dalam video doa kiyai yang akrab disapa Mbah Moen tersebut sebelumnya juga ditemukan dalam berbagai editan dan versi.

"Untuk memperoleh keaslian sebuah data digital perlu dilakukan uji forensik. Dalam uji forensik ini akan dilakukan komparasi antara video yang di upload ke Youtube dengan video yang diperoleh dari media elektronik pembuat video tersebut," imbuh akademisi yang tinggal di Salatiga tersebut.

Jika ada perbedaan, dalam arti ada frame yang hilang atau jumlah frame bertambah, maka video tersebut termasuk kategori palsu.

"Sedangkan berita hoaks adalah berita yang isinya tidak sesuai dengan fakta atau kenyataan. Dengan demikian, kalau informasi dari video tersebut berbeda dengan kejadian fakta, bisa masuk kategori hoaks," imbuhnya.

Selain dikomparasi full videonya, dalam uji forensik juga akan diperbandingkan suara yang ada di dalam video tersebut dengan suara asli Mbah Moen.

Jika video tersebut sama persis dengan aslinya dan suaranya juga sama, baru bisa dikatakan berita tersebut benar.

Dalam analisis data digital dengan uji forensik ini akan diperoleh jenis dan seri perangkat perekam yang dipakai, tanggal dan jam video dibuat, termasuk durasi, dan volume

"Jika ditemukan perbedaan jenis dan perangkat perekam atau tanggal dan jam beserta durasi, apalagi volume maka data digital tersebut termasuk hasil modifikasi yang kemungkinan informasinya salah," pungkasnya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved