Belajar Toleransi, FKUB Majalengka Kunjungi Kota Salatiga

Pemkab dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Majalengka Jawa Barat mengunjungi Kota Salatiga untuk belajar tentang toleransi.

Belajar Toleransi, FKUB Majalengka Kunjungi Kota Salatiga
ISTIMEWA
Walikota Salatiga Yuliyanto menerima kunjungan FKUB mewakili Pemerintah Kabupaten Majalengka Kamis (7/2/2019) di Rumah Dinas Walikota.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA- Pemkab dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Majalengka Jawa Barat mengunjungi Kota Salatiga untuk belajar tentang toleransi.

Predikat sebagai Kota Toleran se-Indonesia dari Setara Institute For Democray and Peace selama tiga tahun berturut-turut membuat Pemkab Majalengka berkeinginan saling berbagi tentang toleransi di Kota Salatiga.

"Kami juga tertarik tentang bagaimana membuat kebijakan dan langkah-langkah untuk mendukung hal tersebut. Selain itu kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menjalin hubungan persahabatan antar daerah,” terang Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Majalengka Abdul Ghani dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com Jumat (8/2/2019)

Abdul Gani dan rombongan FKUB mewakili Pemerintah Kabupaten Majalengka diterima langsung Walikota Salatiga, Yuliyanto di Rumah Dinas Walikota Salatiga, Kamis (7/2/2019)

Menurut Abdul Gani capaian Kota Salatiga sebagai kota tertoleran selama 3 kali berturut-turut membuatnya penasaran, sehingga ingin tahu lebih resepnya dapat menjadi kota toleran.

Walikota Salatiga, Yuliyanto menyampaikan capaian Kota tertoleran tersebut adalah karena peran seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, Forkopimda dan juga seluruh elemen masyarakat Kota Salatiga yang senantiasa menjaga kondusivitas kota.

Menurut Yuliyanto di Kota Salatiga terdapat lebih dari 300 etnis dan sekira 300 warga negara asing dari berbagai negara yang tinggal baik karena sedang menjalani pendidikan maupun tengah bekerja.

“Pembangunan di Kota Salatiga fokus pada pembangunan pendidikan, kesehatan dan juga UUMKM.Tiga hal itu dinilai menghasilkan masyarakat yang wasis (cerdas), waras(sehat) dan wareg (sejahtera) dan kesemuanya tersebut ternyata berimbas pada tingkat toleransi masyarakat,” jelasnya.

Walikota juga menjelaskan jauh sebelum ada FKUB, di Kota Salatiga sudah ada Majelis Pimpinan Umat Agama Salatiga (PUASA). Forum tersebut merupakan bukti bahwa di Kota Salatiga sudah ada keinginan untuk hidup damai oleh para tokoh agama dan hal ini didukung oleh masyarakat.

Pada pertemuan itu ditutup dengan diskusi hangat yang dipandu Kepala Kesbangpol Kota Salatiga, Agung Nugroho. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain; Forkopimda Kota Salatiga, FKUB Kota Salatiga, MUI Kota Salatiga, Kemenag Salatiga dan juga SKPD terkait. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved