Cegah Demam Berdarah, Pemkab Kendal Canangkan Program PSN

Putus mata rantai kembangbiak nyamuk Aedes Aegypti, Pemkab Kendal canangkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)

Cegah Demam Berdarah,  Pemkab Kendal Canangkan Program PSN
ISTIMEWA
Warga desa Rejosari Brangsong tengah bersih-bersih desa agar nyamuk Aedes Aegypty tidak berkembangbiak 

Laporan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Putus mata rantai kembangbiak nyamuk Aedes Aegypti, Pemkab Kendal canangkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di tiap desa-desa.

Nyamuk yang membawa virus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) itu telah menyebabkan 13 warga Kabupaten Kendal positif DBD pada awal tahun 2019 ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, dr Budi Mulyono, mengatakan program ini sudah dilaksanakan sejak pada pekan lalu dan para puskesmas pun juga serentak mensosialisasikan program itu di desa-desa.

Minimalisir Kejahatan dan Teror Kain Api, Polsek Tugu Galakkan 1.000 Portal

Rekruitmen PPPK Pemkot Tegal Untuk Guru Honorer Akan Segera Buka

Budi menjelsakan bahwa program PSN sendiri terdiri dari tiga hal yakni menguras bak air yang terdapat jentik nyamuk, menutup tempat atau wadah air, dan membersihkan lingkungan dengan cara mengubur barang barang bekas yang dapat menampung air.

"Program ini dicanangkan untuk mencegah semakin merebaknya penyakit yang berpotensi menjadi wabah seperti DBD di Kabupaten Kendal," ujarnya, Setelah melakukan program PSN di Desa Rejosari, Brangsong, jumat (8/2)

Menurutnya program PSN ini merupakan tindakan paling ampuh dalam memberantas penyakit DBD dan menghentikan kembang biak nyamuk Aedes Aegypty dibandingkan dengan cara melakukan pengasapan.

"Fooging dinilai kurang efektif, selain bahan kimia dapat terhirup oleh manusia, ternyata hal itu juga tidak dapat membunuh langsung nyamuk karena terdapat nyamuk yang mengalami resistensi (tanah) terhadap zat kimia pada fogging," jelasnya

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum, Sutiyono yang hadir dalam kegiatan PSN di Desa Rejosari Brangsong itu mengatakan bahwa pemkab Kendal terus memantau penyebaran penyakit DBD dan penyakit lainnya yang berpotensi menjadi wabah di Kabupaten Kendal.

"Kami pun berharap masyarakat berperan serta dalam pencegahan DBD dengan melakukan PSN. Hal itu akan membuat nyamuk penyebab DBD tidak dapat berkembang biak," ungkapnya.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved