Kalah Telak 2-5 dari PSIS, Asisten Pelatih Persibat : Pengaruh Pertandingan Dihentikan 30 Menit

Persibat Batang menerima kekalahan telak 5-2 dari PSIS dalam pertandingan leg kedua babak 32 Besar Piala Indonesia

Kalah Telak 2-5 dari PSIS, Asisten Pelatih Persibat : Pengaruh Pertandingan Dihentikan 30 Menit
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
Kapten Persibat Batang, Arif Budiyono menghadang pergerakan pemain PSIS, Bayu Nugroho dalam laga Leg Kedua Babak 32 Besar Piala Indonesia di Stadion Moh Sarengat, Batang, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, F Ariel Setiaputra

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Persibat Batang menerima kekalahan telak 5-2 dari PSIS dalam pertandingan leg kedua babak 32 Besar Piala Indonesia, di Stadion Moh Sarengat, Jumat (8/2/2019) sore.

Asisten pelatih Persibat Batang, Abdul Mungin mengaku secara kualitas timnya memang kalah dari skuat Mahesa Jenar, sehingga menjadi salah satu faktor utama timnya kalah.

"Kami sampaikan selamat kepada PSIS. Dengan skor telak kami harus akui. Kami mengakui secara kualitas memang kami kalah, ada beberapa pemain PSIS yang kualitasnya diatas kami," kata Abdul seusai laga.

Ia menilai, strategi bermain terbuka dan menyerang membuat tim Persibat kewalahan saat PSIS melakukan serangan balik.

Widyantoro Puas Performa PSIS Semarang saat Kalahkan Persibat Batang di Piala Indonesia

Video Detik-detik Mamah Muda Beserta Anaknya Bunuh Diri dari Jembatan, Diduga Ini Penyebabnya

Ayah Tiri Perkosa Anak Tiri di Depan Ibu Kandungnya, Korban Dapat Uang dan HP Agar Tutup Mulut

"Inilah resiko ketika bermain terbuka. Kalau di Magelang kami agak menunggu, di leg kedua kami terbuka. Ternyata lebih banyak PSIS yang ciptakan gol hari ini," jelasnya.

Abdul menambahkan, pertandingan yang sempat tertunda selama 30 menit turut mempengaruhi permainan skuat asuhannya.

"Bisa jadi, karena dengan istirahat 30 menit setelah hujan, untuk panas kembali pasti susah. Tapi situasi ini sama dengan PSIS. Namun karena beda kasta itu agak mempengaruhi kami," ujarnya.

"Kondisi lapangan, kami tidak bisa menyalahkan. Hampir semua pemain merasakan. Kami harusnya lebih terbiasa, tapi mungkin karena anak-anak nervous makanya ikut berpengaruh," pungkasnya.(*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved