KPU Salatiga Fasilitasi Pindah Pilih Bagi Perantau, Begini Caranya

KPU Kota Salatiga memfasilitasi pengurusan warga daerah lain yang ingin mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 mendatang di Salatiga

KPU Salatiga Fasilitasi Pindah Pilih Bagi Perantau, Begini Caranya
TRIBUN JATENG/M NAIFUL HARIS
Ketua KPU Salatiga Syaemuri saat dijumpai belum lama ini.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga memfasilitasi pengurusan warga daerah lain yang ingin mencoblos pada Pemilu 17 April 2019 mendatang di Salatiga.

Ketua KPU Kota Salatiga Syaemuri mengatakan pengumuman pengurusan pindah pilih telah dilakukan sejak penetapan DPT pada 10 Desember tahun lalu.

Termasuk berkirim surat ke pimpinan perguruan tinggi maupun pesantren dan partai politik.

MIRIS! Diduga Dilarang Main Facebook oleh Suami, Arniati Pilih Gantung Diri di Kamar

Fakta Baru Video Viral Pria Rusak Motor Saat Ditilang, Diduga Penadah Hingga Minta Maaf ke Polisi

VIDEO : Bela Kiai Maimoen Zubair dan Kecam Fadli Zon, Santri Gelar Aksi Bela Kiai di Kudus

"Termasuk kami tindaklanjuti pula dengan audiensi yang mana KPU Salatiga siap memfasilitasi syaratnya pemilih sudah terdaftar sebagai pemilih tetap," terangnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (8/2/2019)

Menurut Syaemuri agar informasi pengurusan pindah milih benar-benar sampai kepada para pemilih pihaknya juga memasang pengumuman terbuka melalui spanduk di beberapa titik keramaian di Kota Salatiga.

Hingga sekarang lanjut dia, baru ada sekira 30 orang luar daerah yang mengurus pindah pilih di KPU Salatiga. Ia menjelaskan paling lambat pemilih menyetorkan berkas ke KPU Salatiga pada 17 Februari 2019 mendatang.

"Syaratnya, pemilih harus memiliki kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga nanti akan dibantu KPU Salatiga dalam pengurusan formulir pindah pilih," katanya

Dikatakan Syaemuri ketentuan pindah pilih itu berlaku meliputi pemilihan presiden dan wakil presiden serta legislatif di mana pun dapat dilakukan di Salatiga.

Ia menyebutkan semula KPU RI menetapkan batas akhir pengurusan pindah pilih pada 17 Maret kemudian diajukan maksimal 17 Februari karena terkait penyediaan logistik Pemilu.

"Syaratnya, warga benar-benar terdaftat sebagai pemilih di daerah asal. Kemudian mengurus pindah pilih dari daerah asal ke Salatiga. Kami siap membantu dan melayani dengan baik," ujarnya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat baik yang sedang kuliah di perguruan tinggi di Salatiga maupun bekerja ingin pindah pilih hendaknya segera mengurus agar dapat dilayani KPU Salatiga. (*)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved