Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Eks Pelatih PSIS Semarang Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala Tim Pra PON Jateng

Eks pelatih PSIS Semarang, Eko Riyadi ditunjuk sebagai pelatih kepala yang akan membentuk tim Pra PON sepak bola Jateng.

Tayang:
Penulis: rival al manaf | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/ Rival Almanaf
Anggota PSSI Jateng melakukan kongres di Hotel Candi Indah Semarang, Sabtu (9/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Eks pelatih PSIS Semarang, Eko Riyadi ditunjuk sebagai pelatih kepala yang akan membentuk tim Pra PON sepak bola Jateng.

Hal itu diungkapkan oleh Ketuas Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jateng, Edi Sayudi usai menggelar konggres PSSI Jateng di Hotel Candi Indah, Semarang, Sabtu (9/2/2019).

Selain menunjuk juru taktik yang juga pernah memimpin Persitema Temanggung, ia juga memastikan posisi asisten pelatih diduduki M Irfan.

"Pertimbangannya tentu karena mereka punya pengalaman di kompetisi profesional, selain itu juga asli Semarang dan Jateng," ucap Edi.

Pria yang baru 17 hari menjabat sebagai ketua Asprov PSSI Jateng setelah Johar Lin Eng ditahan Satgas Mafia Bola itu menargetkan minggu depan staf pelatih sudah bisa bergerak untuk melakukan seleksi pemain.

Mengungkap Motif 3 Tersangka Penghancur Dokumen Penting di Kantor PSSI

Untuk berlaga di PON 2020 mendatang mereka harus menyeleksi atlet yang berusia di bawah 22 tahun, sehingga saat gelaran inti tidak ada yang melebihi batas usia maksimal 23 tahun.

"KONI sudah mengejar agar tim sepak bola segera terbentuk, karena rencana Pra PON akan mulai bergulir selepas pemilihan presiden. Makanya pak Eko Riyadi juga sudah kami minta untuk segera membentuk staf kepelatihan dan memulai seleksi," terangnya.

UAS Temui Kiai Maimoen Zubair di Semarang, Dapat Wejangan Khusus Mengenai Metode Dakwah

Kendalanya ialah, saat ini pihak Asprov PSSI belum menentukan lapangan mana yang akan digunakan untuk proses seleksi. Mereka masih mencari beberapa alternatif mulai Terangbangsa, Wujil, hingga Kendal.

Terkait keikutsertaan pemain profesional, Edi akan melihat regulasi mana yang akan digunakan dalam kompetisi Pra PON.

Apakah menggunakan peraturan PSSI atau KONI. Jika nantinya memang diutamakan PSSI maka ia akan berkoordinasi terkait kemungkinan menarik pemain profesional yang usianya masih di bawah 22 tahun

Selerti diketahui Jateng memang memiliki beberapa talenta muda berbakat seperti penjaga gawang Ernando, penyerang dan pemain belakang Bagus-Bagas, yang masih berusia belia namun sudah tergabung ke dalam beberapa klub profesional.

"Saya pikiri terkait pemain itu nanti kewenangan pelatih akan merekomendasikan menarik pemain profesional atau tidak. Posisi kami di sini hanya memfasilitasi," tegasnya.

Sementara itu Sekjen PSSI Jateng, Purwidyastanto menambahkan proses seleksi awal akan dilakukan kepada pemain yang direkomendasikan oleh Asosiasi PSSI Kota dan Kabupaten se Jateng.

"Namun, kami juga akan berjaga-jaga takutnya ada pemain bagus namun tidak direkomendasikan. Makanya juga akan ada seleksi terbuka," tandasnya.

Setelah itu, pemain terpilih akan digabung dengan belasan pemain yang akan dipanggil hasil dari talent scouting saat digelar kompetisi pekan olahraga provinsi tahun lalu.

"Terkait pemain profesional kami akan menunggu regulasi dahulu, seleksi rencananya akan digelar Jumat, Sabtu, Minggu, tempat sepertinya kok di Wujil," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved