CATAT, Balita Kegemukan Itu Tidak Lucu

Pandangan masyarakat bahwa balita semakin lucu apabila semakin gemuk, perlu diubah. Sebab balita yang gemuk rentan terkenal obesitas.

CATAT, Balita Kegemukan Itu Tidak Lucu
Istimewa
Penyuluhan gizi oleh tim RSND Semarang di Balai Kelurahan Tembalang, Semarang, Rabu (6/2/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandangan masyarakat bahwa balita semakin lucu apabila semakin gemuk, perlu diubah. Sebab balita yang gemuk rentan terkenal obesitas.

Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang, dr. Annta Kern Nugrohowati, menjelaskan, balita yang mengalami obesitas rentan mengalami sejumlah resiko.

Misalnya sesak nafas, meningkatkan resiko asma, tekanan darah tinggi, hingga gangguan tulang dan sendi.

"Jadi pandangan masyarakat mengenai balita gemuk itu lucu dan menggemaskan, dirasa tidak tepat," ujarnya, Minggu (10/2/2019).

Tetapi ia menilai masyarakat seringkali memberi makan balitanya dalam jumlah yang berlebihan.

"Mereka takut balitanya tampak kurus tak terurus, jadi memang over feeding jadi penyebab tersering obesitas pada bayi," paparnya.

Ia pun memaparkan RSND telah melakukan sejumlah penyuluhan gizi kepada masyarakat, khususnya di Semarang. Satu di antaranya adalah penyuluhan gizi pada balita di Balai Kelurahan Tembalang, Semarang, Rabu (6/2/2019) lalu.

"Di sana kami menemukan bahwa banyak kasus obesitas pada balita tak diketahui oleh keluarga, terutama ibu," ujar dia.

Dalam merawat anaknya, menurut dr. Annta harus diasupi gizi yang seimbang. Dengan gizi yang seimbang, maka si bayi tak akan terkena obesitas.

"Misalnya makanan bergizi adalah sari kacang hijau tanpa santan, sayuran yang dimasak sedemikian rupa seperti puding brokoli dan wortel, serta susu," ujar dia. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved