Alasan Kenapa KPR Segmen Menengah Atas Diperkirakan Masih Lesu

Perbankan tidak berharap banyak dari pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan ticket size di atas Rp 1 miliar pada tahun ini.

Alasan Kenapa KPR Segmen Menengah Atas Diperkirakan Masih Lesu
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Pengunjung melihat maket rumah Victoria Valley yang dipamerkan Citraland BSB City di Hotel Crowne Semarang, beberapa waktu lalu 

Senada diungkapkan Direktur Konsumer CIMB Niaga, Lani Darmawan. Menurut dia, peminat rumah menengah atas cenderung tak banyak. Penyebabnya, debitur berkantong tebal memilih untuk wait and see dalam membeli hunian.

"Kemungkinan ticket size besar akan sedikit melambat, tetapi rumah di bawah Rp 1 miliar masih berpotensi tumbuh," tuturnya.

Ia memprediksi KPR menengah atas akan tumbuh di bawah 10 persen pada tahun ini, sementara bisnis KPR secara total diperkirakan bisa naik sampai 15 persen.

Bank Negara Indonesia (BNI) juga menyuarakan hal serupa. General Manager Consumer Sales Distribution Division BNI, Hermita menyebut, permintaan KPR menengah atas tidak sederas KPR di kelas bawahnya.

Namun, BNI memandang peluang segmen ini tetap ada lantaran kebutuhan rumah segmen menengah atas masih tinggi, meski belum signifikan.

Tahun lalu, bank berlogo 46 itu membukukan realisasi KPR sebesar Rp 40,75 triliun, naik 9,9 persen dari 2017 sebesar Rp 37,06 triliun. Mayoritas KPR BNI tersalur ke debitur berpenghasilan tetap di Jabodetabek.

Berbeda dengan yang lain, Bank OCBC NISP malah membukukan realisasi pertumbuhan KPR menengah atas cukup tinggi di tahun lalu.

Kepala Divisi Konsumer OCBC NISP, Veronika Susanti menyatakan, tahun lalu KPR dengan ticket size Rp 1 miliar naik 20 persen secara year on year.

Kendati tak memasang target tinggi di tahun ini, OCBC NISP percaya diri segmen itu bisa tumbuh sebesar tahun lalu.

Tahun lalu, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan KPR secara industri menembus Rp 466,9 triliun, atau naik 13,9 persen secara tahunan. (Kontan/Marshall Sautlan/Anggar Septiadi)

Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved