Pilpres 2019

BPN Nilai Penolakan Prabowo Jumatan di Masjid Kauman Semarang Berlebihan

BPN Prabowo-Sandi, Gus Irfan menilai sangat berlebihan apabila Prabowo Subianto ditolak menunaikan ibadah Solat Jumat di Masjid Agung Semarang.

BPN Nilai Penolakan Prabowo Jumatan di Masjid Kauman Semarang Berlebihan
Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bertemu dengan ribuan masyarakat dan tokoh agama Purbalingga di lapangan Desa Slinga, Kecamatan Kaligondang, Jawa Tengah, Rabu (13/2/2019). 

Secara resmi maupun secara informal, pihak takmir tidak pernah menyetujui atau memberi izin.

“Kami tidak pernah memperoleh surat apa pun dari pihak Pak Prabowo atau partai pengusungnya

Jadi kami tidak terlibat dengan rencana adanya shalat jumat capres tersebut,” tandasnya.

Kiai Hanief menambahkan, pada prinsipnya Takmir Masjid Kauman mempersilakan siapa pun untuk shalat di masjid tersebut.

Pihak takmir membuka lebar-lebar siapa pun muslim untuk beribadah, termasuk shalat jumat.

Namun, pihak takmir keberatan apabila peristiwa shalat itu dipolitisasi.

Yakni dijadikan sebagai ajang politik untuk pencitraan sebagai bahan kampanye.

Apalagi dengan mengerahkan massa dan menyebar pamflet ke masyarakat agar ikut jumatan bersama capres Prabowo Subianto.

Hal itu menurutnya berpotensi melanggar aturan kampanye dan sangat menodai kesucian masjid sebagai tempat ibadah.

“Kami mempersilakan siapa saja shalat di Masjid Kauman.

Setiap muslim boleh shalat jumat di sini, termasuk musafir.

Tapi kalau untuk pencitraan kampanye, itu berpotensi melanggar aturan dan menodai kesucian masjid sebagai tempat ibadah,” terangnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KH Irfan Yusuf: Berlebihan Apabila Prabowo Ditolak Sholat Jumat

Editor: m nur huda
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved