Lesung yang Ditemukan di Randugunting Ternyata Bukan Sarkofagus, Melainkan . . .

Temuan batu berbentuk lesung di tepian sungai di sekitar situs Bantal Susun, Lembah Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang ternyata berupa batu lumpang.

Lesung yang Ditemukan di Randugunting Ternyata Bukan Sarkofagus, Melainkan . . .
Istimewa
Batu lumpang berukuran panjang luar 69 cm, lebar luar 56 cm, tinggi 40 cm, dan kedalaman cekungan 16 cm tersebut yang awalnya diduga sebagai sarkofagus ternyata sebuah lumpang atau kulumpang yang digunakan pada upacara penetapan sima atau penyerahan daerah perdikan dari seorang raja kepada orang atau sekelompok orang yang telah berjasa. Bisa juga penyerahan tanah tersebut diberikan oleh raja untuk kepentingan suatu bangunan suci. Daerah sima tergolong istimewa karena istimewa karena dibebaskan dari sebagian besar pembayaran pajak. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Temuan batu berbentuk lesung di tepian sungai di sekitar situs Bantal Susun, Lembah Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, akhirnya menemukan jawaban.

Sebelumnya, warga sekitar sempat menduga batu berbentuk lesung ini sebagai sarkofagus atau atau peti batu.

Namun lesung berukuran panjang luar 69 cm, lebar luar 56 cm, tinggi 40 cm, dan kedalaman cekungan 16 cm tersebut bukanlah seperti awal dugaan.

Menurut Tri Subekso selaku Arkeolog dari Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, apabila dilihat dari kedalaman batunya, batu tersebut ternyata cenderung sebagai batu lumpang yang biasa ditemukan di areal Candi.

"Apabila dilihat dari kedalaman batunya, batu tersebut ternyata cenderung sebagai batu lumpang yang biasa ditemukan di areal candi, bukan sarkofagus yang berasal dari masa megalithikum," ujarnya, Kamis (14/2/2019) pagi.

Rekam E KTP Pemilih Pemula, Disdukcapil Kabupaten Semarang Jemput Bola ke SMK N 1 Tuntang

Pernyataan tersebut disampaikannya setelah melakukan kajian tentang batu lesung.

Ia menambahkan, untuk menemukan fungsinya, kita harus melihat pada sumber-sumber prasasti atau naskah kuna.

Sebuah prasasti yang menyinggung tentang keberadaan lumpang dapat ditemukan pada Prasasti Rukam 829 Saka atau 907 Masehi yang berasal dari Parakan, Temanggung.

Ia mengatakan, benda tersebut biasa digunakan dalam upacara penetapan sima.

Penetapan sima sendiri merupakan upacara pemberian daerah perdikan oleh raja atau pejabat daerah.

Halaman
12
Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved