Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tingkatkan IPM, Pemkab Pekalongan Dorong Adanya Pembangunan Perguruan Tinggi

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi terus mendorong adanya pembangunan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
budi susanto
Bupati Pekalongan Asip kholbihi (tengah) saat meresmikan gedung SBSN Kampus II IAIN Pekalongan di Desa Rowolaku Kacematan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi terus mendorong adanya pembangunan perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan.

Pasalnya selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan adanya perguruan tinggi dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan.

“Kami terus mendorong berdirinya perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan, dengan tujuan meingkatkan tingkat Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan dan Indonesia dan IPM,” katanya usai menghadiri peresmian gedung SBSN Kampus II IAIN Pekalongan di Desa Rowolaku Kacematan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (14/2/2019).

Asip menerangkan APK perguruan tinggi di Indonesia mencapai 33 persen, sedangkan di Kabupaten Pekalongan masih jauh dibawah di kisaran 20 persen.

“Guna meningkatkan APK perguruan tinggi kami sudah bekerja sama dengan IAIN Pekalongan dan memberikan hibah tanah seluas 4,8 hektar. Kemudian untuk Universitas Diponegoro (Undip) juga sudah kami siapkan tanah seluas 40 hektar,” ujarnya.

Selain dua perguruan tinggi tersebut, Asip juga menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) agar segera membuka kampus di Kabupaten Pekalongan.

“Kami ingin kerja cepat dalam waktu 2,5 tahun kedepan kami targetkan perguruan tinggi bisa menjamur di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.

Pihaknya menuturkan adanya perguruan tinggi juga menjadi katup perekonomian baru di Kabupaten Pekalongan.

“Data dari BPS pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan yang semula 4,6 persen tumbuh menjadi 5,16, dan kini 5,32 persen di atas pertumbuhan perekonomian Provinsi Jateng dan nasional,” tuturnya.

Pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Pekalongan, dipaparkannya membuat angka kemiskinan mengalami penurunan secara signifikan.

“Pada Juni 2016 angka kemiskinan mencapai 12,90 persen sekarang 10,6 persen di bawah angka Kemiskinan Peovinsi Jateng, sedangkan angka pengangguran terbuka kini mencapai 4,32 persen jauh dibawah Provinsi Jateng yang berkisar 5,6 persen,” ujar Asip.

Dua indikator makro ekonomi yaitu pertumbuhan perekonomian dan penurunan angka kemiskinan tersebut ditambahkan Asip bisa diukur kenaikannya secara signifikan.

“Hal tersebut menjadi bukti kerja nyata Pemkab Pekalongan mewujudkan pemerintahan adil makmur serta mencerdaskan masyarakat dengan adanya perguruan tinggi,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved