Masih Ada Ribuan Pemasangan APK Salahi Aturan, Bawaslu Kabupaten Semarang Tertibkan 3.810 APK

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang mentertibkan 3.810 alat peraga kampanye (APK), Jumat (15/2/2019).

Masih Ada Ribuan Pemasangan APK Salahi Aturan, Bawaslu Kabupaten Semarang Tertibkan 3.810 APK
Istimewa
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang menertibkan 3.810 alat peraga kampanye (APK), Jumat (15/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang menertibkan 3.810 alat peraga kampanye (APK), Jumat (15/2/2019).

Tim gabungan yang terdiri atas Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Semarang, TNI dan Polri.

Setelah dilakukan penghitungan, Syahrul Munir selaku Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Semarang menyatakan telah menertibkan 297 baliho, 304 spanduk, 1.001 banner, 144 pamflet, 9 stiker, dan 2.055 bendera.

"Penertiban tersebut dilakukan oleh empat tim beserta panitia pengawas (Panwas) kecamatan dan pengawas desa atau kelurahan di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang," ujar Munir.

Rekam E KTP Pemilih Pemula, Disdukcapil Kabupaten Semarang Jemput Bola ke SMK N 1 Tuntang

Tim Bawaslu menertibkan APK di jalan protokol Kabupaten Semarang yang dibagi dalam tiga tim.

Tim 1 menertibkan APK di wilayah Ungaran-Bawen, tim 2 menertibkan di wilayah Bawen-Jambu, dan tim 3 menertibkan di wilayah Bawen-Tengaran.

Penurunan APK tersebut dilakukan Bawaslu dalam rangka penertiban APK setelah sebelumnya menertibkan kendaraan umum yang dibranding guna kepentingan kampanye.

Selain itu, APK yang diturunkan memang APK yang dipasang tidak sesuai ketentuan.

Aturan pemasangan APK sesuai Peraturan Bupati Nomor 57 Tahun 2018 menyatakan Jalan Protokol ialah ruas Jalan Gatot Subroto Ungaran hingga Kecamatan Tengaran dan Kecamatan Jambu.

Selain di jalan protokol, penertiban APK juga diaksanakan serentak oleh jajaran Panwascam dan Panwas desa atau kelurahan di 19 kecamatan.

APK yang ditertibkan sebagian besar dipasang di pohon-pohon pada turus jalan, tiang listrik atau tiang telepon, bangunan dan lingkungan tugu batas wilayah, tugu pahlawan, dan identitas kota.

Selain menyalahi lokasi pemasangan, APK yang ditertibkan juga dianggap bukanlah APK yang difasilitasi KPU.

Bawaslu Sragen: Ukuran Surat Suara Lebih Besar Dibanding Kotak Suara Bisa Jadi Faktor Rawan

Menurut Munir, APK yang ditertibkan masih menjadi hak peserta pemilu, sehingga pihaknya mempersilakan partai politik, tim ampanye, atau pelaksana kampanye untuk mengambil kembali APK yang ditertibkan untuk dipasang kembali.

Meski demikian, pihaknya mengimbau pada para pemilik APK harus memasang di lokasi yang telah ditentukan dan harus berdiri sendiri.

"Kami sudah sampaikan pada jajaran, sebisa mungkin dalam penertiban tidak merusak APK. Bagi rekan-rekan dari partai politik silakan mengambil APK di kantor atau di masing-masing Panwascam untuk dipasang kembali sesuai dengan ketentuan," pungkas Munir. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved