Penting, Remaja Harus Jaga Kebersihan Alat Reproduksi. Ini Alasannya

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah imbau para remaja untuk selalu menjaga kesehatan reproduksi.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/SAIFUL MASUM
Penyuluhan kesehatan reproduksi dan KB untuk remaja oleh Posko 37 KKN MIT ke-7 UIN Walisongo Semarang di Randusari, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (16/2/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pusat Informasi dan Layanan Remaja (Pilar) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah imbau para remaja untuk selalu menjaga kesehatan reproduksi.

Hal tersebut dikatakan Rosta Rosalina staf Pilar PKBI Jateng dalam kegiatan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pengetahuan Keluarga Berencana oleh Tim KKN MIT ke-7 Posko 37 UIN Walisongo Semarang di MI Raudhatul Athfal Randusari, Kelurahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Semarang.

Menurutnya, kesehatan reproduksi khususnya para remaja memang harus diperhatikan.

Lebih lanjut dirinya sangat menyayangkan maraknya kasus yang terjadi dan dialami para remaja khususnya perempuan akibat pacaran yang tidak sehat maupun penyakit yang menular.

Mengapa Wajib Membersihkan Alat Vital Seusai Berhubungan Intim? Ini Penjelasannya

"Tidak bisa dipungkiri banyak juga yang tertular penyakit reproduksi, ada lagi beberapa kali kami menangani kasus hamil di luar pernikahan, dan itu berawal dari kekurang hati-hatian dalam menjaga diri maupun reproduksinya," terang Rosta kepada Tribunjateng.com

Hal tersebut menurut Rosta berawal dari perubahan fisik dan psikis remaja yang tidak bisa dipahami dan dikontrol.

Terlebih kondisi emosional remaja sangat labil untuk menyikapi suatu hal.

"Begitu remaja mengalami menstruasi ataupun mimpi basah, di situ akan ada perubahan psikis. Mereka akan mulai tertarik kepada lawan jenis, berani mencoba-coba hal yang tidak biasa, dan akhirnya rusak dirinya, cita-citanya," Jelas Rosta.

"Maka dari itu pemahaman kesehatan reproduksi penting disampaikan kepada remaja, paling tidak menghindari suatu hal mengarah kepada kegiatan yang beresiko. Sebut saja kekerasan pacaran, hamil di luar nikah, hingga kesehatan yang terganggu," lanjutnya.

Dalam upaya menjaga kesehatan reproduksi menurut Rosta bisa dilakukan dengan cara yang sederhana.

Beberapa di antaranya: Para remaja dihimbau untuk mengakses informasi yang tepat dan positif, menghindari pergaulan yang beresiko, pilihlah teman yang bisa mengarahkan kepada cita-cita, serta kenali, pahami, dan kontrol emosional diri akibat perubahan psikis masing-masing.

"Kebanyakan dari mereka yang sudah terlanjur bingung dan takut. Takut cita-citanya hancur, takut kebahagiaannya sirna, bingung melanjutkan semolah, dan bingung apa yang harus diperbuat nantinya," kata Rosta.

Dekan FISIP UIN Walisongo: Tren Jadikan Masjid sebagai Arena Politik Praktis Itu Kemunduran Bangsa

Diah Fitria PJ Bidang Kesehatan Posko 37 menambahkan, kegiatan yang dihadiri puluhan remaja Kelurahan Nongkosawit tersebut dimaksudkan untuk membekali para remaja dalam menjaga kesehatan diri.

Selain itu, pihaknya membantu program kelurahan untuk membekali pengetahuan kepada remajanya dalam mengikuti lomba Semarang Hebat Kampung KB nantinya.

"Kegiatan berlangsung 1,5 jam dari pukul 16.00 sore tadi, dan alhamdulillah para remaja cukup antusias," tandas Diah. (sam)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved