Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Diduga Dalang Perusakan Barang Bukti Pengaturan Skor

Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, diduga menjadi otak perusakan barang bukti kasus pengaturan skor tiga kompetisi teratas nasional.

Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono Diduga Dalang Perusakan Barang Bukti Pengaturan Skor
Kompas.com.
Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono 

TRIBUNJATENG.COM - Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, diduga menjadi otak perusakan barang bukti kasus pengaturan skor tiga kompetisi teratas nasional.

Hal ini menjadi dasar Polri menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka setelah melakukan penggeladahan, Kamis (14/2/2019).

Menurut Kabiro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, penggeledahan di kediaman Joko Driyono adalah pengembangan setelah memeriksa tiga tersangka sebelumnya.

"Tiga orang sudah ditetapkan jadi tersangka terkait kasus perusakan dan pencurian barang bukti di lokasi sasaran geledah Satgas. Setelah diperiksa, tiga pelaku itu memliki aktor intelektual, " kata Dedi kepada Kompas.com di Mabes Polri, Sabtu (16/2/2019).

"Hasil pemeriksaan tiga tersangka mengarah ke Jokdri (Joko Driyono). Satgas kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan 75 barang bukti sehingga Jokdri ditetapkan sebagai tersangka," ujar Dedi.

Tiga orang yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti adalah Muhammad Mardani Mogot (MM), Musmuliadi (M), dan Abdul Gofur (AG).

Inilah Daftar 15 Tersangka Kasus Pengaturan Skor yang Ditangani Satgas Antimafia Bola

Untuk diketahui, MM alias Dani merupakan sopir Joko Driyono, M petugas kebersihan di kantor Persija Jakarta, dan AG adalah petugas kebersihan di PSSI.

Kepolisian menetapkan ketiganya sebagai tersangka setelah menggeledah kantor PSSI, PT LIB, dan Komisi Disiplin akhir Januari 2019 lalu.

"Dapat diduga, Jokdri adalah aktor intelektual yang menyuruh ketiga orang itu melakukan pencurian barang bukti, perusakan police line, masuk tanpa izin, mengambil laptop, dan barang bukti untuk Satgas bongkar pengaturan skor," kata Dedi.

"Ketiga orang itu adalah pesuruh. Ada driver sampai office boy. Kami sudah mengumpulkan barang bukti dari kantor PSSI sampai kediaman J. Ini akan diaudit karena memiliki dokumen menyangkut pertandingan Liga 3, 2, dan 1," ujar Dedi menambahkan.

Halaman
12
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved