Astra Motor Buka Bengkel Bagi Eks Pekerja Migran Indonesia, Contohnya di Ansan Motor Kendal
Astra Motor Jateng membuka bengkel binaan mereka, Ansan Motor yang berada di Kabupaten Kendal.
Penulis: rival al manaf | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Astra Motor Jateng membuka bengkel binaan mereka, Ansan Motor yang berada di Kabupaten Kendal.
Ansan Motor merupakan bengkel yang didirikan melalui program corporate social responsibility (CSR) Bapak Bengkel Asuh.
bengkel itu dikelola eks pekerja migran Indonesia, Warsono dan Dwi Wahyuni dan merupakan bengkel pertama yang dihasilkan melalui Program Bapak Asuh Bengkel.
Sebelum Warsono membuka bengkel tersebut, dia terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dari Astra Motor Jateng.
Selain itu, ia juga mendapat bantuan alat-alat bengkel untuk digunakan di Ansan Motor.
“Terima kasih atas pendampingan Astra Motor Jateng sehingga bengkel kami sudah resmi dibuka dan beroperasi dengan 3 pit. Saya sudah banyak dibantu sejak training, pemberian bantuan alat bengkel, sampai sekarang bengkel sudah buka,” ujar Warsono.
Bengkel Ansan Motor terletak di Jalan Taruna Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal itu beroperasi mulai pukul 07.30 hingga pukul 16.30.
Khusus Minggu, pukul 08.00 hingga pukul 14.00.
Tiga mekanik Ansan Motor siap melayani pelanggan.
Technical Service Region Head Astra Motor Jateng Visiawan Andhika mengatakan, Program Bapak Asuh Bengkel ini merupakan program pertama yang menyasar eks pekerja migran Indonesia.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian Astra Motor guna meningkatkan kesejahteraan melalui kewirausahaan.
16 Agustus 2018, Astra Motor mengadakan prosesi kelulusan bagi peserta binaan “Bapak Asuh Bengkel” yang telah menjalani training dan siap menjadi wirausaha profesional dalam menjalankan bisnis bengkel sepeda motor.
Dimulai pada pertengahan Juli 2018, 9 peserta terpilih mengikuti in class training selama 7 hari di Astra Motor Jateng.
Para peserta pun dibekali materi seputar bisnis bengkel seperti proses administrasi, pendalaman Honda Technical Education Program (HOTEP), basic mentality, dan ditutup OJT (On the Job Training) selama 14 hari di jaringan AHASS Kota Semarang.
Andhika memastikan, meski sudah dinyatakan lulus, Astra Motor akan selalu melakukan pendampingan kepada para alumni dalam mengelola bengkel mereka.
“Semoga kesuksesan Ansan Motor dapat menjadi contoh untuk eks pekerja migran Indonesia lainnya yang ingin kembali ke tanah air dan menjalankan bisnis di bidang otomotif,” tutup Visiawan. (Rival Al Manaf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bengkel-ansan-motor-kendal.jpg)