Pilpres 2019

Debat Kedua Pilpres 2019, Pendukung Tak Boleh Lagi Ada di Belakang Capres, Dinilai Ganggu Pemirsa

KPU mengubah format tempat duduk untuk para audiens yang akan hadir pada debat kedua Pilpres 2019 besok Minggu (17/2/2019).

Debat Kedua Pilpres 2019, Pendukung Tak Boleh Lagi Ada di Belakang Capres, Dinilai Ganggu Pemirsa
Warta Kota
Suasana panggung debat kedua pilpres 2019 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengubah format tempat duduk untuk para audiens yang akan hadir pada debat kedua Pilpres 2019 besok Minggu (17/2/2019).

Pasalnya KPU mendapat keluhan dari berbagai pihak karena pada debat pertama 17 Januari 2019 lalu, para audiens di belakang Pasangan Calon (Paslon) dinilai mengganggu.

 Hal tersebut diungkapkan oleh Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan yang mengatakan terutama pemirsa televisi dan warganet yang menonton melalui streaming.

"Jadi dalam tata panggung itu kemarin ada masukan dari berbagai komponen masyarakat, audien di belakang kandidat itu mengganggu pemirsa TV dan warga net dalam menonton," ujar Wahyu saat dikonfirmasi, Sabtu (16/2/2019).

Sehingga Wahyu menjelaskan pada debat ke-2 besok seluruh audien berada di depan kedua Capres Jokowi dan Prabowo.

"Debat kedua format panggung kita perbaiki, dibelakang kandidat tidak ada audien sehingga tidak ada riuh rendah yang ada dibelakang kandidat," ungkap Wahyu.

"Karena debat ini tidak hanya untuk undangan yang hadir, tapi untuk seluruh rakyat Indonesia. Jadi kalau ada yang merasa terganggu dengan format itu, ya harus kami perbaiki," tambah Wahyu.

Dari pantauan Warta Kota di lokasi debat, memang kursi audiens berwarna hitam hanya ada disatu sisi yakni didepan Capres.

Diketahui debat ke-2 yang hanya mempertemukan Capres 01 Joko Widodo dan Capres 02 Prabowo Subianto itu rencananya akan dimulai pukul 20.00 WIB besok, Minggu (17/2/2019) di Ballroom Hotel Sultan Tanah Abang Jakarta Pusat.

Mengintip ruang debat capres

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved