Disporapar Gandeng UPGRIS Kembangkan 170 Desa Wisata di Jawa Tengah

Disporapar Jateng menjalin kerja sama dengan UPGRIS guna memajukan desa wisata di Jawa Tengah melalui program KKN.

Disporapar Gandeng UPGRIS Kembangkan 170 Desa Wisata di Jawa Tengah
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Pengunjung berfoto bersama di depan stan Desa Wisata Jetis, Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap pada Festival Desa Wisata Tahun 2018 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Kabupaten Semarang, Sabtu (14/7/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah segera menjalin kerja sama dengan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) guna memajukan desa wisata di Jawa Tengah.

Kepala Disporapar Jateng Sinoeng N Rachmadi menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan cara lain dalam memajukan desa wisata di Jawa Tengah.

Satu di antaranya melalui pemanfaatan program kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa.

Menurutnya, saat ini ada sekitar 7 ribu desa di Jawa Tengah.

Pihaknya berencana mengembangkan 400 desa menjadi desa wisata dalam 5 tahun ke depan.

"Saat ini sudah kami kembangkan 230 desa. Artinya masih 170 desa yang belum. Di situ nanti masuklah mahasiswa KKN," ujarnya, Minggu (17/2/2019).

Menurut Sinoeng, pemanfaatan stimulasi KKN, desa wisata bisa berkembang menjadi objek yang lebih kekinian.

Beberapa desa wisata di Jawa Tengah juga menurutnya dikelola oleh pemuda desa setempat, sehingga masuknya para mahasiswa dirasanya bisa lebih mudah membaur.

"Tak mungkin anak zaman sekarang tak punya sosial media. Nah pengelolaan desa wisata juga harus menggunakan sosial media agar lebih menarik," imbuhnya.

Ia berujar sudah beberapa kali berbicara dengan Rektor UPGRIS, Dr Muhdi, terkait hal tersebut.

Terkait pemetaan khusus di mana saja nanti KKN ditempatkan, Disporapar Jateng akan memetakannya sesuai data.

Yakni prioritas di desa wisata yang masih belum mendapatkan perhatian cukup dari pemerintah.

"MoU nanti dititikberatkan di desa wisata yang belum berkembamg tapi punya potensi, atau mungkin desa yang pariwisatanya bisa jadi destinasi wisata. Persyaratannya anak muda harus tampil," urai dia. (Akbar Hari Mukti)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved