Breaking News:

Pemilik Ruko Kawasan Kanjengan Ingin Perpanjang Sertifikat HM dan HGB

Para pemilik rumah toko (ruko) di Kawasan Kanjengan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melaksanakan keputusan pengadilan.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang meninjau proyek pembangunan kios di Blok C Kanjengan, Senin (4/1/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Para pemilik rumah toko (ruko) di Kawasan Kanjengan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melaksanakan keputusan pengadilan.

Ketua Paguyuban Pedagang Kawasan Kanjengan, Bambang Yuwono mengatakan, blok A, B, E, dan F kawasan Kanjengan telah dinyatakan milik perorangan.

Sedangkan blok C dan D dinyatakan milik Pemkot Semarang.

"Itu berdasarkan keputusan pengadilan. Harapan kami, Pemkot melaksanakan keputusan itu," tutur Rahmat, Minggu (17/2/2019).

Dikatakannya, keinginan para pedagang di blok A, B, E, dan F yaitu dapat memperpanjang sertifikat hak milik (HM) maupun hak guna bangunan (HGB) yang selama ini telah mati.

Selain itu, mereka juga menginginkan Kanjengan dapat hidup kembali.

"Kanjengan saat ini seperti mati tidak hidup pun tidak. Jalannya macet, kumuh, sedikit-sedikit terjadi kebakaran," ujarnya.

Terkait dengan revitalisasi Kawasan Johar baru yang mana ruko-ruko tersebut juga sudah direncanakan dalam detail engineering desain (DED), dia meminta Pemkot untuk berkoordinasi dengan para pemilik ruko jika akan dilakukan revitalisasi, terutama di blok E.

Sebab, blok tersebut berada di antara Pasar Kanjengan dan Pasar Yaik Lama.

"Yang di blok E, saya kira dari teman-teman pedagang tidak keberatan asal diganti atau tukar dan dibangunkan di blok C. Kalau blok D kan sudah tidak mungkin karena sudah dibangun," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved