Ancaman Bupati Pati Kaitannya Bimtek Kades: Belum Miliki Sertifikat Bimtek, Tidak Akan Dilantik

61 kepala desa terpilih pada Pilkades Serentak 2018 Kabupaten Pati mengikuti Bimtek Kepala Desa di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (18/2/2019).

Ancaman Bupati Pati Kaitannya Bimtek Kades: Belum Miliki Sertifikat Bimtek, Tidak Akan Dilantik
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
61 kepala desa terpilih pada Pilkades Serentak 2018 Kabupaten Pati mengikuti pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Desa di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (18/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - 61 kepala desa terpilih pada Pilkades Serentak 2018 Kabupaten Pati mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Desa di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (18/2/2019). 

Terhitung sejak Senin (18/2/2019), para kades terpilih itu mengikuti bimtek yang bakal berlangsung selama delapan hari ke depan di Hotel Pati.

Dalam laporannya, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Pati Teguh Widyatmoko menjelaskan, tujuan penyelenggaraan bimtek yakni memperbaharui pengetahuan tentang pemerintahan desa sesuai peraturan perundang-undangan baru, khususnya bagi 20 orang mantan kades terpilih kembali.

"Selain itu juga memberikan pengetahuan tentang pemerintahan desa bagi 41 kades baru yang memiliki latar belakang berbeda. Hal ini sebagai bekal kepemimpinan para kades selama 6 tahun mendatang," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto menegaskan, bimtek tersebut bersifat wajib diikuti.

"Kalau belum punya sertifikat bimtek, tidak akan saya lantik," tegasnya.

Bupati Haryanto menjelaskan, bimtek juga dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus-kasus hukum terkait pemerintahan desa akibat ketidaktahuan kades terhadap peraturan yang ada.

"Kades dituntut memahami segala persoalan. Jangan sakadar teken. Sebab, desa merupakan muara pemerintahan pusat," ujar Haryanto.

Haryanto mengatakan, pemerintahan desa mengelola dana yang tidak sedikit, tetapi jumlahnya hingga miliaran Rupiah.

"Kalau tidak tahu tata kelola keuangan sesuai peraturan yang berlaku, berisiko terkena dampak hukum. Harus tahu mana yang merupakan hak dan yang bukan. Saya tidak ingin aparatur pemerintahan tersandung kasus hukum akibat ketidaktahuan," jelasnya.

Dalam Bimtek Kades Kabupaten Pati, lanjut Bupati Haryanto, kades terpilih akan mendapatkan banyak materi, seperti tentang pemerintahan, keuangan, kepemimpinan, dan baris-berbaris.

"Meski waktu 8 hari mungkin belum cukup untuk memahami segala hal terkait pemerintahan desa secara utuh, paling tidak bimtek ini dapat memberikan arahan dasar," tandasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: deni setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved