Jupiter Fortissimo Kembali Dipenjara, Keluarga Sempat Larang Tinggal di Kos
Selain alasan finansial, keluarga juga ingin memantau pergaulan Jupiter Fortissimo. Mereka tidak mengizinkan Jupiter kos
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM- Artis Jupiter Fortissimo kembali ditangkap Polisi terkait dugaan kasus penyalahgunaan narkoba.
Penangkapan tersebut dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Senin (11/2/2019) di kamar kosnya.
Pernah hadapi kasus yang sama, Jupiter Fortissimo dijatuhi hukuman penjara dua tahun enam bulan pada tahun 2016.
Jupiter Fortissimo baru saja bebas dari penjara pada September 2018 lalu.
Pria kelahiran 3 Februari 1982 itu ditangkap karena terbukti membawa narkoba jenis sabu-sabu.
Usai bebas, pihak keluarga sempat larang Jupiter Fortissimo tinggal di kos, yang kini menjadi TKP penangkapannya.
Selain alasan finansial, keluarga juga ingin memantau pergaulan Jupiter Fortissimo.
"Waktu dia ijin mau kos, kita sekeluarga langsung tolak. Tidak boleh kos. Dia juga sempat bilang uang buat bayar kos kurang, tapi saya bilang tidak mau bantu. Saya tidak ingin dia kos," ucap Intan tante Jupiter Fortissimo dalam program tayangan Pagi Pagi Pasti Happy, Senin (18/2/2019).
Baru satu minggu di kos, Jupiter Fortissimo ditangkap bersama rekannya dari Salemba.
"Baru satu minggu kos, belum bayar full, udah kejadian," jelas Intan.
Intan membeberkan, pagi hari sebelum penangkapan, sahabat Jupiter itu datang denga membawa narkoba.
Kepada Intan, Jupiter mengaku tidak enak jika tidak ikut mengkonsumsi buah tangan dari sahabatnya itu.
"Bukan dijebak, lebih tepatnya Jupiter itu enggak nyari barangnya. Dia dibawain sahabatnya," jelas Intan.
Tribunjateng.com mengutip dari Tribunjakarta.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan kabar penangkapan tersebut.
"Iya (menangkap Jupiter)," ujar Argo saat dikonfirmasi, Rabu (13/2/2019).
Jupiter Fortissimo sendiri mengaku bahwa kehidupannya di penjara sangatlah berat.
Kendati demikian, hal itu nampaknya tidak membuat Jupiter Fortissimo jera.
Padahal, beberapa waktu yang lalu sempat beredar kabar Jupiter Fortissimo terkena penyakit kulit di penjara.
Saat hadir di Pagi Pagi Pasti Happy Trans TV, Jupiter mengklarifikasi tentang penyakit kulit yang dia derita.
Dia mengatakan itu adalah penyakit yang umumnya diderita Napi.
"Itu namanya sakit kulit tapi itu lebih parah. Istilahnya penyakit Napi. Pokoknya kalau Napi belum kena penyakit itu belum sah," ungkap Jupiter.
Jupiter lantas menceritakan selama dia menjadi tahanan.
Selama menjalani masa tahanan, Jupiter dipindah empat kali.
Saat awal ditangkap, Jupiter sempat menjalani rehabilitasi.
Namun tepat seminggu sebelum masa rehabilitasi habis, Jupiter kembali dipanggil untuk menjalani sidang.
"Jadi saya sudah empat kali dimutasi, pertama direhab tiga bulan, saya pikir akan pulang setelah itu tapi ternyata seminggu sebelumnya P21 naik akhirnya sidang," tutur dia.
Jupiter menduga ada syarat yang kurang sehingga dia tidak jadi dibebaskan.
"Mungkin ada syarat-syarat yang kurang ga seperti artis-artis yang lain," ungkap Jupiter.
Pria 36 tahun itu lantas menceritakan kronologi sejak awal ditangkap.
Pasalnya setelah ditangkap pada 2016 yang lalu, Jupiter mendekam di Polsek selama 2-3 hari.
Setelah itu datang keluarga dan mengajukan permohonan agar direhabilitasi.
"Jadi setelah dari polsek kan ditangkap 2-3 hari terus keluarga datang minta saya direhab," terang dia.
Setelah itu Jupiter dibawa ke Pusat Rehabilitasi Narkoba BNN Lido, Bogor, Jawa Barat.
"Setelah itu, dikirimlah saya ke Lido. Di situ saya sudah senang saya pikir saya rehab habis ini selesai," tutur Jupiter.
"Ternyata aku tertipu lagi, tiba-tiba satu minggu polisi datang lagi katanya mau ketemu jaksa," ungkap dia.
Jupiter lantas dibawa ke Polsek. Keesokan harinya Jupiter bertemu dengan SPK.
Saat itu Jupiter heran karena tangannya tiba-tiba diborgol.
Padahal dia hanya diberitahu akan bertemu jaksa.
"Sampai di Polsek lagi nginap sehari besoknya ketemu sama SPK saya. Akhirnya masuk ke kejaksaan kok tangan saya diborgol dan segala macam," kata Jupiter.
Saat bertemu jaksa, Jupiter mendapat informasi bahwa mulai hari itu dia dipindahkan ke Rutan Salemba.
"Akhirnya ketemu sama jaksa 'Mulai hari ini berkas kamu sudah dilimpahkan mulai sekarang sudah menunggu di Salemba'." kenang Jupiter.
Keputusan tersebut membuat Jupiter bertanya-tanya.
Jupiter juga heran dengan teman sesama artis yang juga terjerat kasus narkoba namun mendapat hukuman lebih ringan.
"Teman-teman yang lain kayaknya ga harus sampai 2,5 tahun. Mungkin banyak pendukung, Saya ga mengerti lah," kata Jupiter.
"Sama-sama artis, kenapa bisa beda? Coba lo jawab dong," tanya Uya Kuya kemudian.
Jupiter menerangkan selama ditahan, dia tidak pernah berusaha mendekati Jaksa agar diringankan hukumannya.
"Karena saya tidak pernah ada usaha untuk mendekati jaksa. Karena memang saya diajarkan sama mama dan keluarga saya kalau salah harus ikuti jalur. Harus bertanggung jawab," kata Jupiter.
Selama menjalani hukuman, Jupiter juga berjualan demi menafkahi keluarga.
Hal ini diungkap oleh mantan pengacaranya, Fransisca Indrasari.
Dikatakan Francisca, Jupiter jualan melaluin online dan dititipkan kepada teman-temannya. (tribunjateng.com/jen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jupiter-fortissimo_20160511_112756.jpg)