Mantan Wabup Temanggung Tidak Pernah Dilapori Adanya Kerugian PD BKK Pringsurat

Sebanyak 12 orang saksi dihadirkan pada sidang penyelewengan keuangan Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Kabupaten Temanggung

Mantan Wabup Temanggung Tidak Pernah Dilapori Adanya Kerugian PD BKK Pringsurat
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
12 orang saksi dihadirkan pada sidang penyelewengan keuangan Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Kabupaten Temanggung sebesar Rp 121, 5 Miliar yang menjerat mantan Direktur Riyanto, dan Direktur Utama Suharno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Senin (18/2). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Sebanyak 12 orang saksi dihadirkan pada sidang penyelewengan keuangan Badan Kredit Kecamatan (BKK) Pringsurat Kabupaten Temanggung sebesar Rp 121, 5 Miliar yang menjerat mantan Direktur Riyanto, dan Direktur Utama Suharno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Senin (18/2).

Dari ke 12 saksi yang dihadirkan, terdapat mantan Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi yang juga sebagai pembina dan pengawas pada PD BKK Pringsurat.

Saksi yang juga menjabat ketua dewan pembina PD BKK Pringsurat, Suyono menuturkan saham pemerintah daerah Temanggung di PD BKK Pringsurat sebanyak 49 persen. Penyertaan modal yang dititipkan di BKK Pringsurat mulai dari Rp 12,250 Miliar.

"Penyertaan modal dari tahun 2014. Kemudian tahun 2015 nol, tahun 2016 Rp 1 miliar, tahun 2017 Rp 4,55 miliar," ujarnya.

Dirinya menyebut per 31 Desember 2017 total dana yang dikelola PD BKK Pringsurat berjumlah hampir Rp 123 Miliar.

Namun saat dilakukan audit total uang yang ada tinggal Rp 1,8 miliar.

"31 Desember 2017 terdapat Rp 123 miliar. Sisa dana tinggal Rp1,8 miliar," jelasnya.

Mantan Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi sebagai penanggung jawab secara rutin setiap tiga bulan melakukan rapat evaluasi dan mendapat laporan perkembangan usaha PD BKK Pringsurat.

Rapat evaluasi tersebut dilakukan bersama dewan pembina, dan dewan pengawas.

"Yang mempresentasikan direksi sendiri. Rapat dilakukan di ruangan saya," ujarnya.

Irawan mengaku saat dilakukan evaluasi perkembangan usaha sampai tahun 2015 selalu menunjukkan laba dan target.

Setelah melihat perkembangan, diawal tahun 2017 pada triwulan pertama, dirinya mendapat laporan PD BKK Pringsurat mengalami kerugian Rp 7 Miliar.

"Kemudian kami mengambil langkah bersama pembina dan pengawas untuk melakukan audit. Ternyata banyak beberapa hal yang selama ini saya tidak mendapat laporan," jelasnya.(*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved