Investasi Saham Emiten Bank Syariah Dinilai Positif

PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) misalnya yang mencatat kinerja positif pada 2018

Investasi Saham Emiten Bank Syariah Dinilai Positif
KONTAN/Cheppy A Muchlis
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Saham-saham perbankan syariah diprediksi bakal moncer pada tahun ini. Hal itu sejalan dengan rilis kinerja emiten bank syariah yang ciamik.

PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) misalnya yang mencatat kinerja positif pada 2018 lalu.

Sepanjang 2018, BRIS menorehkan laba senilai Rp 1,3 triliun, tumbuh 63,4 persen year on year (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya senilai Rp 799,90 miliar.

Begitu juga dengan BTPN Syariah yang mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar Rp 7,27 triliun sepanjang 2018. Angka itu naik 20,2 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 6,05 triliun.

Tingginya lonjakan pembiayaan itu mendorong laba BTPS meningkat 44 persen dari Rp 670 miliar pada 2017 menjadi Rp 965 miliar di akhir tahun lalu.

Analis Semesta Indovest Sekuritas, Aditya Perdana Putra mengatakan, saham perbankan syariah cukup kuat menahan sentimen negatif dari suku bunga acuan yang naik di 2018. "Perubahan tingkat suku bunga overnight sangat sensitif terhadap perubahan deposito di bank konvensional," ujarnya, Minggu, (17/2).

Di sisi lain, dia menambahkan, ruang likuiditas bank syariah dinilai masih lebar, sehingga kemungkinan di tahun ini arah bunga yang flat akan berdampak positif ke dana pihak ketiga bank syariah.

Fleksibel

Aditya menuturkan, kinerja bank syariah akan lebih atraktif, terutama pembiayaan di era suku bunga kredit naik. Hal itu karena sistem bagi hasil atau nisbah lebih fleksibel. Selain itu, menurut dia, induk holding bank syariah yang kuat membuat emiten itu akan mudah untuk tumbuh.

Potensi lain juga terlihat dari emiten bank syariah. Analis OSO Sekuritas, Sukarno Alatas menyatakan, saham bank berbasis bagi hasil atau nisbah itu dinilai akan lebih kuat menahan terpaan sentimen negatif dari suku bunga acuan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved