Breaking News:

Jaten Bebas Lapar : Warung Makan Gratis Bagi Semua Kalangan Masyarakat di Karanganyar

Warung Jaten Bebas Lapar, itulah nama warungnya. Warung yang memanfaatkan garasi mobil itu terletak di Desa Jaten Karanganyar

Penulis: Agus Iswadi | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Warung makan gratis, Jaten Bebas Lapar yang terletak di Desa Jaten Jl Bromo Perumahan Josroyo Indah Jaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kata "Gratis" tak ayal menjadi daya tarik bagi sebagian orang. Apalagi kalau ada warung makan yang menyediakan hidangan secara gratis, tentu akan menjadi incaran orang sekedar mengisi perut yang lapar.

Warung Jaten Bebas Lapar, itulah nama warungnya. Warung yang memanfaatkan garasi mobil itu terletak di Desa Jaten Jl Bromo Perumahan Josroyo RT01/20 Jaten Karanganyar.

Berdirinya warung ini bermula dari obrolan ringan para inisiator yang sekaligus warga Perumahan Josroyo di Masjid. Hingga akhirnya mereka patungan untuk memulai mendirikan Warung yang diberi nama Jaten Bebas Lapar.

Tatkala Tribunjateng.com menyambangi Warung Jaten Bebas Lapar, tampak beberapa orang duduk di kursi plastik, sisanya lesehan. Mereka tampak lahap menyantap makanan yang konon disediakan secara gratis.

Inisiator Warung Jaten Bebas Lapar sekaligus pemilik garasi, Sukatno mengungkapkan, "Pengunjung warung ini terlepas dari partai politik maupun agama. Silahkan semua datang kesini, wes pokok e rene o mangan o. Gratis" terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (19/2/2019) siang.

Warung yang mulai beroperasi pada Kamis (14/2/2019) lalu, buka setiap hari pukul 14.00-17.00. Dan libur pada Minggu dan Libur Hari Besar.

Warung makan gratis, Jaten Bebas Lapar
Warung makan gratis, Jaten Bebas Lapar (TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI)


Sukatno menuturkan, berdirinya warung ini ada beberapa hal yang musti diperhatikan yakni jangan sampai mematikan warung makan sekitar.

Meski hidangan berupa masakan rumahan di warung makan ini dimasak oleh warga sekitar, terkadang lauk dari warung ini juga dipesan dari warung atau angkringan sekitar, seperti gorengan.

Adapun alasan warung ini buka pada pukul 14.00, untuk menghormati warung makan di lingkungan sekitar."Kalau buka pada jam makan siang ditakutkan para pelanggan warung sekitar justru datang ke sini. Habis tidak habis yang penting pukul 17.00, warung harus tutup. Kalau ada sisa silahkan bawa pulang," jelasnya.

Para pengunjung yang datang hanya diperbolehkan makan di tempat, tidak diperbolehkan membawa pulang makan yang sudah disediakan.

"Hari pertama kami menyediakan 50 porsi, sekarang sekitar 100 porsi. Perkiraan satu porsi seharga Rp 6.000, total sehari biaya yang dikeluarkan sekitar Rp 600.000," paparnya.

Juru masak, Katno (46) menjelaskan, menu hari ini diantaranya ada Cap Cay, Orak arik, Kering tempe, Tumis pare dan lauk tahu tempe serta kerupuk. Adapun Es Teh manis dan Teh Panas yang disediakan. "Pengujung bisa ambil secukupnya, Pok-we," tuturnya.

Selanjutnya, Pengunjung, Nadia Nur Hariza (14) Siswi SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta, mengukapkan "Idenya bagus, bisa dicontoh daerah lain. Semoga warga sekitar tidak ada yang kelaparan," katanya.

Lebih lanjut Sukanto, baginya yang terpenting lingkungan sekitar sejahtera dulu. Ia berharap warung makan gratis ini bisa ditiru beberapa daerah lain, khususnya di wilayah Karanganyar.

Selain itu, mengingat warung ini didirikan atas swadaya masyarakat, pihaknya juga menerima donasi dari masyarakat yang ingin berdonasi. Donasi bisa berupa uang atau masakan.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved