Jumlah Truk Masuk Jembatan Timbang Subah Menurun 90 Persen, Pilih Lewat Tol Trans Jawa

Banyaknya sopir truk menghindari jembatan timbang Jalan Pantura Batang dan memilih menggunakan Jalan Tol Trans Jawa

Jumlah Truk Masuk Jembatan Timbang Subah Menurun 90 Persen, Pilih Lewat Tol Trans Jawa
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Jembatan Timbang Subah nampak sepi hanya ada beberapa petugas yang menunggu datangnya truk, Selasa (19/2/2019).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Banyaknya pengendara truk yang menghindari Jalan Pantura Batang dan memilih menggunakan Jalan Tol Trans Jawa, membuat Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Subah sepi.

Pantauan Tribunjateng.com, sedari pagi hingga siang hari hanya beberapa kendaraan yang masuk ke jembatan timbang.

Kepala UPPKB Subah Arif Munandar menuturkan sejak Jalan Tol Trans Jawa dibuka, truk bermuatan overload memanfaatkan jalan tol untuk menghindari tilang di jembatan timbang.

“Kendaraan niaga yang melanggar dan bermuatan lebih menghindari jembatan timbang, dengan masuk tol melalui interchange Kendal dan keluar ke intercange Pekalongan,” jelasnya kepada Tribunjateng.com di kantornya, Selasa (19/2/2019).

Sopir Truk Pilih Lewat Tol Trans Jawa Dibanding Jalan Pantura, Alasannya Hindari Jembatan Timbang

Arif menerangkan sejak tol dibuka jumlah kendaraan yang masuk ke jembatan timbang menurun drastis hingga 90 persen lebih.

“Sebelum tol dibuka ada 2.000 kendaraan lebih masuk jembatan timbang setiap harinya, namun sejak akhir 2018 hanya berkisar 500 kendaraan bahkan bisa menurun,” jelasnya.

Ia berharap Ditjen Perhubungan Darat memasang jembatan timbang portable di Jalan Tol Semarang-Batang.

“Kami siap menerjunkan petugas jika dipasang jembatan timbang portable di jalan tol, karena ada 45 petugas di Jembatan Timbang Subah,” imbuhnya.

Arif menambahkan kendaraan yang melintas di jembatan timbang kebanyakan sudah ditilang di Jembatan Timbang Sarang Rembang.

“Mayoritas yang masuk ke jembatan timbang sudah ditilang di Jembatan Timbang Sarang, kami tidak bisa apa-apa karena tidak bisa ditilang untuk kedua kalinya,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved