Pastikan Kamu Gunakan Satu Kartu Saat Lintasi Tol Untuk Hindari Denda, Begini Penjelasannya

Pengguna jalan tol diimbau hanya menggunakan satu kartu e-toll saat melintasi jalan tol agar tidak terkena denda dua kali lipat tarif tol terpanjang.

Pastikan Kamu Gunakan Satu Kartu Saat Lintasi Tol Untuk Hindari Denda, Begini Penjelasannya
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Suasana kendaraan memasuki Gerbang Tol Weleri Kabupaten Kendal, Senin (21/1/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pengguna jalan tol diimbau hanya menggunakan satu kartu e-toll saat melintasi jalan tol.

Hal itu guna menghindari pengguna jalan tol mendapatkan denda jika menggunakan kartu berbeda pada saat menempelkan kartu di Gerbang Tol Otomatis (GTO) masuk dan GTO keluar.

Jika menggunakan kartu berbeda pada saat masuk dan keluar tol, sistem akan menyatakan Asal Gerbang Salah (AGS) kepada pengguna jalan tol.

Pengguna jalan tol bakal dianggap melakukan putar-balik karena sistem tidak dapat mengetahui dari mana pengguna jalan tol masuk pada saat menempelkan kartu di GTO keluar.

Direktur Utama Jasamarga Semarang Batang (JSB), Arie Irianto mengatakan, sesuai Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, denda yang diberikan kepada pengguna jalan yang dinyatakan AGS yakni membayar dua kali dari tarif total jarak tol terpanjang.

"Tol Semarang-Batang masuk dalam Kluster II yakni dari Kalikangkung (Semarang) sampai Palimanan (Cirebon). Tarif terjauhnya Rp 220 ribu. Jadi kalau dinyatakan AGS, membayar denda dua kali tarif itu," jelasnya, Selasa (19/2/2019).

Pihaknya pun mengimbau agar pengguna tol untuk memastikan kartu pada saat menempelkan pada GTO keluar adalah kartu yang sama pada saat menempelkan di GTO masuk.

Hal itu agar sistem dapat mengetahui dari mana pengguna jalan tol itu masuk dan menentukan tarif tol.

Namun jika kartu yang ditempelkan berbeda, sistem tidak mengetahui dari mana pengguna tol itu masuk sehingga dinyatakan AGS oleh sistem.

"Semisal saldonya kurang, jangan diganti kartu lain pada saat di GTO keluar. Lebih baik pakai kartu yang sama pada saat masuk meski kurang saldonya, nantinya kekurangannya bisa dibayarkan secara tunai kepada petugas jaga," ungkap dia.

Sementara itu, Suradi warga Semarang yang ditemui usai melintasi Tol Semarang-Batang mengatakan, dirinya belum banyak mengetahui terkait sistem denda yang dikarenakan perbedaan menempelkan kartu e-toll di GTO masuk dan keluar.

"Kalau peraturan satu mobil satu kartu dan larangan putar-balik saya tahu. Namun jika masalah salah tempel kartu perlu disosialisasikan besar-besaran, karena denda Rp 425 ribu itu sangat besar," jelasnya. (Dhian Adi Putranto)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved